Daerah

Muktamar NU ke-35, Gus Salam Tangkap Aspirasi Perubahan Kepemimpinan PBNU

9
×

Muktamar NU ke-35, Gus Salam Tangkap Aspirasi Perubahan Kepemimpinan PBNU

Share this article
KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang.(Foto: Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Jelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026, dinamika pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat.

Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, mengaku menerima banyak dukungan dari pengurus daerah untuk maju dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.

Menurut Gus Salam, dukungan tersebut ia peroleh saat melakukan safari silaturahmi ke sejumlah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di berbagai daerah dalam beberapa bulan terakhir.

“Banyak pengurus yang berharap NU ke depan semakin solid, mengedepankan keteladanan, serta menjunjung tinggi keterbukaan dalam menjalankan organisasi,” kata Gus Salam, Senin (15/6/2026).

Lebih lanjut paman dari ketum PKB Muhaimin Iskandar ini mengaku, aspirasi yang ia terima dari berbagai daerah tidak hanya terkait figur kepemimpinan, tetapi juga harapan agar organisasi NU semakin harmonis dan kondusif di semua tingkatan.

Menurut cucu pendiri NU KH Bisri Syansuri tersebut, stabilitas kepemimpinan di tingkat pusat memiliki pengaruh besar terhadap kondisi organisasi di daerah. “Karena itu, sejumlah pengurus berharap tercipta hubungan yang lebih baik antar-elemen organisasi,” ucapnya.

Ia menilai keharmonisan internal menjadi faktor penting agar program-program organisasi dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi warga nahdliyin.

Meski mengaku mendapatkan banyak dukungan, Gus Salam menegaskan bahwa langkahnya menuju pencalonan Ketua Umum PBNU belum bersifat final.

Ia meyakini para pemilik hak suara dalam Muktamar NU 2026 akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan pilihan, mulai dari kapasitas, rekam jejak hingga kemampuan kandidat dalam menjawab tantangan organisasi ke depan.

“Pada akhirnya para peserta muktamar akan memilih berdasarkan penilaian mereka terhadap kemampuan dan karakter masing-masing calon untuk menjawab tantangan NU ke depan,” tuturnya.

Perlu diketahui, sebelum pelaksanaan Muktamar NU ke-35, Nahdlatul Ulama dijadwalkan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) pada 20-21 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Jombang.

Forum tersebut diperkirakan menjadi momentum penting bagi para tokoh dan kandidat yang disebut-sebut bakal meramaikan bursa Ketua Umum PBNU. Selain membahas agenda organisasi, Munas dan Konbes juga dipandang sebagai ruang konsolidasi menjelang Muktamar NU 2026.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *