Pendidikan

Lewat Budidaya Lele Bioflok, Mahasiswa S-1 Akuakultur Unesa Olah Hasil Panen untuk Promosikan Diversifikasi Pangan

30
×

Lewat Budidaya Lele Bioflok, Mahasiswa S-1 Akuakultur Unesa Olah Hasil Panen untuk Promosikan Diversifikasi Pangan

Share this article
Lewat Budidaya Lele Bioflok, Mahasiswa S-1 Akuakultur Unesa Olah Hasil Panen untuk Promosikan Diversifikasi Pangan
Mahasiswa Prodi Akuakultur Fakultas Ketahanan Pangan Universitas Negeri Surabaya gelar produk di halaman Fakultas. (foto: Humas Unesa for sudutkota.id)

Sudutkota.id– Program Studi S-1 Akuakultur Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar panen simbolis budidaya lele sistem bioflok yang dilanjutkan dengan tasyakuran sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan mahasiswa menyelesaikan proses pembelajaran berbasis proyek.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 10 Juni 2026 ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Dasar-Dasar Akuakultur yang dirancang untuk memberikan pengalaman praktik langsung kepada mahasiswa.

Melalui pembelajaran berbasis team project, mahasiswa terlibat dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari pembenihan, pembesaran ikan, pengelolaan kualitas air, hingga pemantauan kesehatan ikan.

Dalam praktiknya, mahasiswa menerapkan sistem bioflok, yaitu teknologi budidaya yang memanfaatkan aktivitas mikroorganisme untuk mengurai sisa pakan dan kotoran ikan menjadi flok yang dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber nutrisi.

Metode ini dinilai lebih efisien dalam menjaga kualitas air, mengurangi pergantian air kolam, serta mendukung budidaya ikan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Koordinator Program Studi S-1 Akuakultur Unesa, Reni Ambarwati, menjelaskan bahwa panen simbolis menjadi penanda keberhasilan mahasiswa dalam menjalankan proses budidaya yang telah berlangsung selama beberapa bulan.

“Budidaya lele dengan teknik bioflok ini merupakan bentuk implementasi langsung dari materi yang dipelajari mahasiswa di kelas. Mereka belajar mulai dari pembenihan, pembesaran ikan, menjaga kualitas air, hingga memantau kesehatan ikan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan panen tidak hanya menunjukkan capaian produksi, tetapi juga mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmu, membangun kerja sama tim, serta menyelesaikan berbagai tantangan selama proses pemeliharaan.

Setelah panen simbolis, kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran yang dikemas secara unik melalui penyajian tumpeng berbahan dasar lele. Konsep tersebut dipilih sebagai bentuk rasa syukur sekaligus pengenalan inovasi pangan berbasis sumber daya perairan atau yang dikenal sebagai pangan biru (blue food).

Pakar Biosistemika Organisme Perairan itu mengatakan bahwa proses budidaya ikan membutuhkan ketekunan, kedisiplinan, dan dedikasi tinggi. Mahasiswa harus secara rutin memberikan pakan, mengecek kualitas air, serta memastikan ikan terbebas dari penyakit maupun serangan parasit.

“Melalui tasyakuran ini kami ingin mengapresiasi perjuangan mahasiswa yang telah melalui proses panjang dengan penuh komitmen. Memelihara ikan bukan pekerjaan yang mudah karena membutuhkan konsistensi dan kerja tim yang kuat. Alhamdulillah, mahasiswa mampu melewati seluruh tahapan tersebut hingga menghasilkan panen yang baik,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan tumpeng lele juga menjadi upaya untuk memperkenalkan diversifikasi pangan kepada masyarakat. Selama ini lele lebih dikenal sebagai menu konsumsi harian, padahal dapat diolah menjadi berbagai sajian yang menarik dan bernilai gizi tinggi.

“Kami ingin menunjukkan bahwa lele dapat diolah menjadi hidangan yang kreatif, termasuk menjadi tumpeng. Ini sekaligus menjadi bentuk promosi keberagaman pangan berbasis sumber protein perairan. Kami berharap masyarakat semakin gemar mengonsumsi ikan dan hewan akuatik lainnya sebagai sumber protein yang baik bagi kesehatan,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, ia berharap keterampilan budidaya dan pengolahan hasil perikanan diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa.

“Dalam berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan sekaligus menciptakan peluang usaha yang bernilai ekonomi,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *