Sudutkota.id – Ledakan dahsyat menggemparkan warga Jalan Dhoho, Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (23/5/2026) pagi. Seorang pria berinisial SB (48) dilaporkan meninggal dunia setelah diduga terkena ledakan mercon rakitan yang sedang dibuat di rumahnya sendiri.
Dentuman keras yang terjadi sekitar pukul 11.15 WIB itu membuat suasana kampung mendadak panik. Sejumlah warga mengaku terkejut lantaran suara ledakan terdengar cukup keras hingga mengguncang rumah di sekitar lokasi. Beberapa warga bahkan sempat mengira terjadi ledakan tabung gas atau insiden kebakaran besar.
Saat warga berusaha mencari sumber suara, kondisi rumah korban sudah tampak rusak parah. Bagian bangunan yang diduga menjadi pusat ledakan terlihat porak-poranda. Material rumah berserakan, sementara sebagian atap bangunan mengalami kerusakan cukup serius.
Berdasarkan pantauan di lokasi, rangka besi pada bagian atas rumah tampak masih berdiri namun atapnya hancur dan terbuka. Sejumlah genteng terlihat runtuh, sementara dinding bata di beberapa sisi mengalami kerusakan akibat kuatnya tekanan ledakan. Bekas hangus juga terlihat di beberapa bagian bangunan.
Di area dalam rumah, puing-puing bercampur barang rumah tangga terlihat berserakan. Beberapa perabot tampak rusak, sementara bagian yang diduga menjadi titik ledakan dipenuhi material pecahan. Petugas kepolisian tampak melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan menyisir area rumah dan memeriksa sisa-sisa material yang diduga berkaitan dengan ledakan.
Kapolsek Kepanjen, Kompol Subijanto, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diduga tengah meracik petasan atau mercon rakitan saat ledakan terjadi.
“Iya, korban merupakan pembuat petasan,” ujar Kapolsek Kepanjen saat dikonfirmasi, Minggu (24/5).
Tidak hanya itu, dari informasi awal yang dihimpun petugas, mercon rakitan tersebut diduga akan diperjualbelikan menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
“Informasi sementara yang kami dapat, diduga akan dijual untuk Iduladha,” tambahnya.
Akibat ledakan itu, korban mengalami luka bakar serius. Warga bersama petugas kemudian melakukan evakuasi dan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun nahas, nyawa korban akhirnya tidak tertolong akibat luka berat yang dideritanya.
Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian warga sekitar. Banyak warga mendatangi lokasi untuk melihat kondisi rumah yang rusak akibat ledakan. Aparat kepolisian kemudian memasang garis pembatas di area rumah guna menghindari kerumunan sekaligus mempermudah proses penyelidikan.
Selain melakukan olah TKP, polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk warga sekitar, untuk mengetahui aktivitas korban sebelum insiden terjadi. Dugaan sementara, ledakan berasal dari bahan petasan rakitan yang sedang diracik korban di dalam rumah.
Kerusakan akibat ledakan juga tampak cukup mencolok. Selain atap rumah yang rusak dan terbuka, beberapa bagian dinding mengalami retakan serta material bangunan beterbangan ke sekitar lokasi. Kuatnya daya ledak diduga berasal dari bahan baku petasan yang tersimpan dalam jumlah tertentu di area rumah korban.




















