Sudutkota.id – Gairah futsal mahasiswa kembali membakar Kota Malang. National Collegiate Futsal Series (NCFS) Regional Malang 2026 resmi digelar di GOR Ken Arok, Selasa (19/5/2026) sore.
Sebanyak 24 tim antar fakultas dari berbagai perguruan tinggi turun bertanding memperebutkan satu tiket menuju putaran final nasional di Yogyakarta.
Turnamen bergengsi tingkat mahasiswa itu menjadi bagian dari rangkaian 10 regional NCFS yang digelar di sejumlah kota besar di Indonesia. Kota Malang sendiri kembali dipercaya menjadi tuan rumah karena dikenal sebagai salah satu barometer futsal mahasiswa nasional.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan Pemerintah Kota Malang memberikan apresiasi penuh terhadap pelaksanaan NCFS Regional Malang 2026.

“Atas nama Bapak Wali Kota Malang, kami menyampaikan apresiasi luar biasa terhadap kegiatan ini. Kota Malang hari ini menjadi tempat pelaksanaan salah satu seri nasional pertandingan antar fakultas,” ujar Baihaqi.
Menurutnya, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang pertandingan, melainkan bagian penting dari proses pembinaan atlet futsal muda yang nantinya diharapkan mampu menembus level profesional hingga nasional.
“Kompetisinya sangat ketat. Dari puluhan tim yang bertanding nanti hanya akan diambil satu tim terbaik untuk mewakili Malang di final nasional di Jogja,” katanya.
Baihaqi menambahkan, perkembangan futsal Indonesia saat ini menunjukkan tren positif. Bahkan tim futsal Indonesia disebut sudah masuk jajaran peringkat terbaik dunia. Karena itu, ajang seperti NCFS dinilai sangat penting untuk mencari bibit-bibit potensial sejak bangku kuliah.
“Futsal sekarang sangat diminati. Ini menjadi momentum untuk menjaring pemain-pemain muda potensial yang nanti bisa dibina menjadi atlet futsal tangguh di masa depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Deputy Sekjen Federasi Futsal Indonesia, Billy David Nerorumilena menegaskan bahwa NCFS merupakan bagian dari piramida pembinaan futsal nasional setelah level pelajar.
“Kami mencoba membangun kompetisi antar mahasiswa karena animo antar fakultas jauh lebih besar. Setelah pelajar, mahasiswa menjadi tahapan penting sebelum masuk ke level profesional,” jelas Billy.
Ia menyebut Kota Malang selama ini memiliki kultur futsal yang kuat, terutama di lingkungan kampus. Karena itu, FFI optimistis banyak talenta potensial akan lahir dari Regional Malang tahun ini.
“Malang sejak dulu sudah jadi barometer futsal Indonesia, khususnya tingkat mahasiswa. Dari 24 tim yang bertanding hari ini, kami yakin akan muncul pemain-pemain unggul yang nantinya bisa masuk ke tim profesional,” tegasnya.
Billy juga mengungkapkan, NCFS 2026 telah berjalan di tujuh regional dan akan berlanjut ke Surabaya serta Medan sebelum seluruh juara regional dipertemukan di National Stage pada Juli mendatang di Yogyakarta.
“Sepuluh juara regional nantinya akan bertanding untuk memperebutkan gelar juara nasional,” ujarnya.
Tak hanya menjadi ajang kompetisi, NCFS juga menjadi panggung besar pembinaan futsal mahasiswa nasional. Selama tiga tahun pelaksanaan, lebih dari 10 ribu mahasiswa disebut telah terlibat dalam turnamen tersebut.
“Kalau tahun ini diperkirakan lebih dari 2.000 mahasiswa ikut terlibat di seluruh regional. Ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk menunjukkan kualitas mereka menuju level yang lebih tinggi,” pungkas Billy.(ADV)




















