Daerah

Pemkot Malang Usulkan Dua Sapi Raksasa untuk Kurban Presiden Prabowo

8
×

Pemkot Malang Usulkan Dua Sapi Raksasa untuk Kurban Presiden Prabowo

Share this article
Pemkot Malang Usulkan Dua Sapi Raksasa untuk Kurban Presiden Prabowo
Kepala Dispangtan Kota Malang, Drs Slamet Husnan saat memberikan keterangan kepada awak media terkait usulan sapi kurban Presiden RI asal Kota Malang.(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.idPemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) resmi mengusulkan dua sapi unggulan sebagai calon hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 2026.

Dua sapi berukuran jumbo tersebut bahkan memiliki bobot fantastis hingga mencapai sekitar 1 ton per ekor.

Kepala Dispangtan Kota Malang, Drs Slamet Husnan, mengatakan dua sapi yang diusulkan berasal dari peternakan di kawasan Kedung Kandang dan Lokwokwaru. Kedua sapi tersebut merupakan jenis limosin dan berangus yang dinilai memenuhi standar ketat sebagai hewan kurban presiden.

“Melalui Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Pemkot Malang sudah mengusulkan dua sapi kurban untuk Bapak Presiden. Masing-masing bobotnya sekitar 1 ton,” ujar Slamet Husnan saat ditemui awak media, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, surat usulan dari Pemkot Malang telah masuk ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Saat ini pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait jadwal pemanggilan peternak untuk proses administrasi hingga transaksi pembelian.

“Sekarang kami masih menunggu kabar dari provinsi kapan peternak yang kami usulkan diundang. Biasanya nanti ada juga perwakilan dari Sekretariat Presiden yang ikut hadir saat proses di provinsi,” katanya.

Slamet menegaskan, pengajuan sapi kurban presiden tidak dilakukan secara asal. Ada sejumlah kriteria khusus yang harus dipenuhi sebelum sapi diajukan sebagai kandidat hewan kurban orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Mulai dari kondisi kesehatan hewan, usia yang cukup, bobot ideal, hingga kondisi fisik yang tidak cacat menjadi syarat utama dalam penilaian.

“Yang jelas sapinya harus sehat, tidak cacat, usianya cukup, dan sudah poel. Saat survei di lokasi, kebetulan ditemukan kualitas ternak yang memenuhi kriteria itu,” jelasnya.

Menurutnya, dua sapi tersebut dipilih setelah tim melakukan pengecekan langsung ke lokasi peternakan. Dari hasil survei, sapi jenis limosin asal Lokwaru dan sapi berangus dari Gedung Kandang dinilai memiliki kualitas unggulan dengan ukuran tubuh besar dan kondisi prima.

Meski demikian, pihak Dispangtan mengaku tidak mengetahui nominal harga sapi yang diusulkan tersebut. Sebab, mekanisme transaksi nantinya dilakukan langsung antara peternak dengan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

“Kalau nominal harga kami tidak tahu. Dinas hanya mengetahui bobot dan kondisi ternaknya saja,” ungkap Slamet.

Terkait rencana penyaluran hewan kurban, sapi bantuan Presiden tersebut direncanakan akan disalurkan di kawasan Masjid Sabilillah Kota Malang. Namun untuk mekanisme penyembelihan masih akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama bagian Kesra dan pihak takmir masjid.

“Nanti akan dikoordinasikan lagi apakah pemotongannya dilakukan di RPH atau langsung di lokasi masjid,” tandasnya.

Jika nantinya terpilih, maka sapi asal Kota Malang tersebut akan menjadi salah satu hewan kurban Presiden RI yang disalurkan kepada masyarakat pada momentum Iduladha tahun ini. Selain menjadi kebanggaan bagi peternak lokal, hal itu juga menjadi bukti kualitas peternakan sapi di Kota Malang mampu bersaing di tingkat nasional.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *