Daerah

DPRD Kabupaten Malang Minta Pedagang Hewan Kurban Lengkapi Dokumen

3
×

DPRD Kabupaten Malang Minta Pedagang Hewan Kurban Lengkapi Dokumen

Share this article
DPRD Kabupaten Malang Minta Pedagang Hewan Kurban Lengkapi Dokumen
H. Achmad Andi, SH, M,Hum, anggota DPRD Kabupaten Malang sekaligus Wakil Ketua Komisi II.(foto:sudutkota.id/ist.)

Sudutkota.id – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, DPRD Kabupaten Malang mulai memberi perhatian serius terhadap meningkatnya aktivitas perdagangan hewan kurban di berbagai wilayah.

Selain meminta masyarakat lebih teliti saat membeli ternak, dewan juga mengingatkan para pedagang agar melengkapi dokumen kesehatan hewan sebelum dijual kepada masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Malang, H. Achmad Andi, menegaskan bahwa dokumen kesehatan hewan menjadi bagian penting yang tidak boleh diabaikan dalam proses jual beli hewan kurban.

Menurutnya, kelengkapan administrasi dan hasil pemeriksaan kesehatan dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat sekaligus mencegah penyebaran penyakit hewan menular.

“Pedagang hewan kurban wajib melengkapi dokumen kesehatan ternak. Ini penting agar masyarakat yakin hewan yang dibeli benar-benar sehat dan layak untuk kurban,” ujar politisi Partai Nasdem itu, Jumat (15/5/2026).

Ia mengatakan, menjelang Iduladha biasanya arus distribusi ternak dari berbagai daerah mengalami peningkatan signifikan. Kondisi tersebut dinilai rawan jika tidak diikuti pengawasan ketat dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

Karena itu, DPRD Kabupaten Malang meminta pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala mulai dari pintu distribusi ternak, kandang penampungan, lapak penjualan sementara, hingga mendekati proses penyembelihan.

Menurut Andi, panggilan akrabnya, pengawasan tidak hanya fokus pada kesehatan fisik hewan, tetapi juga kebersihan lingkungan kandang dan pola perawatan yang dilakukan pedagang maupun peternak.

“Pedagang harus menjaga kebersihan kandang, memastikan pakan tercukupi, dan tidak menempatkan hewan dalam kondisi yang bisa memicu stres maupun penyakit,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat juga harus lebih jeli saat membeli hewan kurban. Jangan hanya melihat ukuran tubuh atau harga murah, namun perlu memastikan hewan dalam kondisi sehat dengan ciri-ciri fisik yang normal dan aktif.

“Kalau ada tanda-tanda hewan sakit seperti lemas, mata sayu, pilek, atau luka di tubuh, masyarakat sebaiknya tidak membeli. Pastikan juga ada tanda pemeriksaan kesehatan dari petugas,” tegasnya.

DPRD Kabupaten Malang menilai momentum Iduladha menjadi salah satu periode dengan perputaran perdagangan ternak terbesar setiap tahunnya. Karena itu, pengawasan menyeluruh dianggap penting agar masyarakat terhindar dari risiko penyakit hewan menular sekaligus memastikan kualitas hewan kurban tetap terjaga.

Selain itu, DPRD juga mendorong dinas terkait untuk lebih aktif turun ke lapangan melakukan pengecekan langsung di titik-titik penjualan hewan kurban yang mulai ramai bermunculan di sejumlah wilayah Kabupaten Malang.

Dengan pengawasan yang ketat dan kesadaran bersama dari pedagang maupun masyarakat, DPRD berharap pelaksanaan Iduladha tahun ini dapat berjalan aman, sehat, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat saat beribadah kurban.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *