Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang terus memperkuat peran generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan sosial remaja, mulai dari seks bebas, pernikahan dini hingga penyalahgunaan narkoba.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Grand Final Pemilihan Duta Generasi Berencana (GENRE) Kota Malang Tahun 2026 yang digelar di Aula Gedung A MBO Kota Malang, Rabu (13/5/2026) petang.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan, keberadaan Duta GENRE bukan sekadar ajang seremonial pemilihan putra-putri daerah. Lebih dari itu, para finalis diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan pendidik sebaya di tengah perkembangan era digital yang semakin kompleks.
Menurut Wahyu, pendekatan dari sesama anak muda dinilai jauh lebih efektif dibandingkan penyampaian formal dari pemerintah maupun orang tua. Sebab, remaja cenderung lebih terbuka kepada lingkungan pergaulan dan teman sebaya.
“Anak-anak muda sekarang ini hidup di tengah arus media sosial yang sangat cepat. Karena itu, dibutuhkan teman sebaya yang bisa memberikan pemahaman positif kepada mereka. Kadang kalau disampaikan secara formal tidak terlalu masuk, tetapi kalau ngobrol santai dengan sesama teman justru lebih didengar,” ujar Wahyu saat diwawancarai Sudutkota.id.
Ia menilai, tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah kemampuan membedakan mana informasi yang benar dan mana yang menyesatkan. Karena itu, Duta GENRE harus hadir sebagai figur positif yang mampu memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi, perencanaan masa depan, hingga penguatan karakter generasi muda.
“Jangan sampai anak-anak muda salah arah karena pengaruh lingkungan maupun media sosial. Mereka harus punya perencanaan hidup yang baik, menjauhi seks bebas, penyalahgunaan narkoba, dan perilaku negatif lainnya,” tegasnya.
Wahyu juga meminta para Duta GENRE terpilih nantinya aktif turun langsung ke sekolah-sekolah, komunitas anak muda hingga platform digital untuk menyebarkan edukasi kepada remaja Kota Malang.
“Ini sumber daya manusia yang luar biasa. Mereka harus hadir di sekolah, komunitas, bahkan media sosial dan podcast untuk memberikan edukasi kepada teman-temannya,” katanya.
Selain itu, Wahyu menegaskan Pemerintah Kota Malang akan terus mendukung pengembangan generasi muda agar mampu menjadi pribadi yang tangguh dan berkarakter di tengah pesatnya perkembangan zaman.
“Anak muda Kota Malang harus menjadi pribadi yang positif, kuat secara karakter dan mampu menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos-P3AP2KB Kota Malang, Donny Sandito W. mengatakan, program Generasi Berencana (GENRE) merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun kualitas generasi muda yang kreatif, inovatif dan memiliki kesadaran terhadap masa depan.
Menurutnya, Duta GENRE diharapkan mampu menjadi pendidik sebaya sekaligus role model bagi remaja lainnya dalam membangun pola hidup sehat dan perencanaan kehidupan yang matang.
“Duta GENRE diharapkan mampu menjadi pendidik sebaya dan contoh positif bagi remaja lainnya, khususnya dalam membangun pola pikir sehat dan perencanaan masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program GENRE juga menjadi bagian penting dalam edukasi Triad Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR), meliputi pencegahan pernikahan dini, seks bebas, hingga penyalahgunaan NAPZA yang masih menjadi persoalan serius di kalangan remaja.
Tak hanya itu, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan edukasi kesehatan sejak usia remaja.
“Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan saat seseorang sudah menikah atau memiliki anak, tetapi harus dimulai sejak usia remaja dengan pola hidup sehat, pemahaman gizi, dan perencanaan keluarga,” jelasnya.
Malam final Duta GENRE Kota Malang 2026 berlangsung meriah dengan menghadirkan para finalis terbaik hasil seleksi ketat. Para finalis diharapkan mampu menjadi wajah generasi muda Kota Malang yang sehat, cerdas, santun dan mampu membawa pengaruh positif di lingkungan masyarakat.




















