Daerah

PKB Kritik Kesiapan Pasar Gadang, Arif Wahyudi Minta Pemkot Malang Perkuat Komunikasi Pedagang

22
×

PKB Kritik Kesiapan Pasar Gadang, Arif Wahyudi Minta Pemkot Malang Perkuat Komunikasi Pedagang

Share this article
PKB Kritik Kesiapan Pasar Gadang, Arif Wahyudi Minta Pemkot Malang Perkuat Komunikasi Pedagang
Arif Wahyudi, anggota Komisi C DPRD Kota Malang usai sidak di kawasan Pasar Gadang terkait kesiapan pasar dan penataan PKL Pasar Kebalen, Kamis (7/5/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Anggota DPRD Kota Malang dari Fraksi PKB, Arif Wahyudi, menyoroti kesiapan Pasar Gadang yang dinilai masih belum sepenuhnya siap ditempati pedagang.

Hal itu disampaikan saat Komisi C DPRD Kota Malang melakukan peninjauan langsung ke kawasan Pasar Gadang dan proyek akses jalan di sekitarnya, Kamis (7/5/2026).

Dalam sidak tersebut, Arif menemukan masih adanya sejumlah titik pembongkaran yang belum selesai, khususnya di sisi barat kawasan Pasar Gadang ( Bumiayu). Padahal area tersebut menjadi jalur pembangunan jalan baru yang nantinya akan menunjang akses menuju wilayah timur Kota Malang.

“Hari ini belum 100 persen siap. Walaupun Pak Wali bersama dinas terkait sudah melakukan pembongkaran, ternyata di sebelah barat masih ada beberapa bangunan yang harus dibongkar lagi untuk pembangunan jalan baru,” ujar Arif.

Politisi senior PKB itu mengatakan, Komisi C meminta agar proses pembongkaran segera dituntaskan agar proyek jalan tidak mengalami keterlambatan. Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak pekerjaan yang belum rapi dan terkesan tambal sulam.

“Persiapan pasar ini belum sempurna. Masih banyak orang bekerja, masih banyak tambal sulam di sana-sini. Ini yang harus segera diselesaikan supaya ketika pedagang masuk kondisinya benar-benar siap,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa keterlambatan penyelesaian pembongkaran dapat berdampak pada pengerjaan proyek jalan oleh Dinas PUPR yang menggunakan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.

“Kalau pembongkaran tidak segera selesai, tentu pengerjaan jalan bisa molor. Ini ada kaitannya dengan dana pusat untuk pembangunan jalan,” katanya.

Selain menyoroti kesiapan infrastruktur, Arif juga mengkritik pola komunikasi Pemerintah Kota Malang terhadap pedagang, khususnya terkait penertiban dan relokasi PKL di kawasan Pasar Kebalen.

Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengirim surat pemberitahuan kepada pedagang tanpa adanya dialog langsung. Ia meminta Pemkot lebih aktif membangun komunikasi agar tidak muncul kesan kebijakan dilakukan sepihak.

“Kalau memang ada wacana memindahkan sebagian atau seluruh pedagang ke Pasar Gadang, silakan saja. Tempatnya luas dan cukup menampung banyak pedagang. Tapi ajak komunikasi mereka dengan baik, jangan hanya kirim surat,” ujarnya.

Arif menilai pendekatan komunikasi yang baik akan membuat pedagang lebih memahami tujuan penataan pasar dan penertiban kawasan jalan.

“Jangan sampai muncul image pemerintah ini sakarepe dewe. Padahal kalau dikomunikasikan dengan baik, saya yakin hasilnya akan lebih baik,” imbuhnya.

Meski demikian, Arif menegaskan dirinya mendukung penuh langkah penertiban PKL di kawasan Pasar Kebalen. Sebab, akses jalan di kawasan tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung pengembangan wilayah timur Kota Malang, khususnya menuju Kecamatan Kedungkandang dan sekitarnya.

“Penertiban itu sangat kami dukung karena akses utama menuju wilayah timur memang harus dibenahi. Selama ini masyarakat enggan melintas karena aktivitas perdagangan yang terlalu padat di badan jalan,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *