Sudutkota.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk Produktif dan Bijak dengan AI (Artificial Intelligence) sebagai langkah strategis meningkatkan literasi digital masyarakat di tengah maraknya penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (30/4/2026) ini menjadi tahap pertama dari rangkaian pelatihan yang menyasar ratusan warga dari berbagai kalangan. Kepala Diskominfo Kota Malang, Muhammad Nur Widianto, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa pemahaman dasar tentang AI menjadi kebutuhan mendesak saat ini.
“Peserta yang diusulkan total ada 308 orang. Namun karena keterbatasan anggaran, kita bagi menjadi tiga sesi. Untuk tahap pertama ini diikuti 114 peserta, baik dari usulan musrenbang wilayah maupun kelompok tematik,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menekankan bahwa pelatihan ini dirancang inklusif, mengingat peserta berasal dari latar belakang yang beragam, termasuk ibu rumah tangga hingga lansia.
“Kami minta kepada narasumber agar menyampaikan materi dari yang paling dasar. Apa itu AI, bagaimana penggunaannya, dan dilengkapi dengan praktik sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta,” katanya.
Dalam sambutannya, ia juga menyoroti meningkatnya ancaman penyalahgunaan teknologi AI, yang kini tidak hanya menyasar kalangan tertentu, tetapi seluruh lapisan masyarakat.
“Berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika, kasus penyalahgunaan AI meningkat sangat signifikan, bahkan hingga ribuan persen. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya.
Ia menjelaskan, bentuk penyalahgunaan tersebut di antaranya adalah video palsu atau deepfake yang menampilkan tokoh publik seolah-olah asli, kloning suara untuk modus penipuan, hingga manipulasi konten di sektor politik dan keuangan.
“Seringkali masyarakat sulit membedakan mana yang asli dan mana yang hasil manipulasi. Inilah pentingnya literasi digital agar tidak mudah terjebak hoaks maupun penipuan,” lanjutnya.
Meski di Kota Malang belum ditemukan kasus menonjol secara data, ia mengingatkan bahwa arus informasi digital bersifat terbuka dan dapat dengan mudah menyebar ke daerah mana pun.
“Fenomena nasional ini tentu bisa berdampak ke daerah. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan mitigasi sejak dini,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, Diskominfo Kota Malang berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara produktif dan bijak.
“Harapannya, dengan pemahaman yang baik, masyarakat bisa menggunakan AI untuk hal positif, sekaligus mampu memilah informasi dan menangkal konten yang menyesatkan,” pungkasnya.




















