Pendidikan

Dikbud Kota Malang Apresiasi DKM, Soroti Minimnya Minat Tari di Kalangan Pelajar

13
×

Dikbud Kota Malang Apresiasi DKM, Soroti Minimnya Minat Tari di Kalangan Pelajar

Share this article
Suwarjana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, saat memberikan apresiasi pada peringatan Hari Tari Sedunia 2026 di Dewan Kesenian Malang. (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Malang, Suwarjana, SE., MM., menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dewan Kesenian Malang (DKM) dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan peringatan Hari Tari Sedunia 2026.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan ratusan penari dari puluhan sanggar tersebut bukan hal mudah untuk diwujudkan, terlebih dilaksanakan tanpa biaya sehingga mampu memberi ruang tampil bagi para pelajar dan generasi muda.

“Yang jelas kami mengapresiasi. Kami yang menangani kebudayaan tentu harus ikut memperingati dan memberi penghargaan kepada DKM Kota Malang. Tanpa biaya, anak-anak kita bisa tampil, ada ratusan penari dan puluhan sanggar yang terlibat. Ini tidak gampang,” ujarnya, Rabu (29/4).

Suwarjana menegaskan, kehadiran kegiatan semacam ini sangat penting dalam menjaga eksistensi seni budaya, khususnya seni tari. Namun demikian, ia juga menyoroti masih rendahnya minat generasi muda terhadap seni tari, terutama di lingkungan pendidikan formal.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pantauannya, minat siswa dari tingkat TK hingga SMP terhadap seni tari masih tergolong minim. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan dan pelaku seni untuk terus mendorong keterlibatan generasi muda.

“Selama ini saya pantau, di tingkat sekolah memang masih jarang peminatnya. Tapi sekarang mungkin sudah mulai berbeda. Ke depan, kegiatan seperti ini akan kami dorong agar lebih meriah dan menjangkau lebih banyak pelajar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Suwarjana menekankan pentingnya sinergi antara komunitas seni, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kebudayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menilai, generasi muda tidak cukup hanya menjadi penikmat, melainkan harus didorong menjadi pelaku, pencipta, sekaligus pewaris nilai-nilai budaya.

“Momentum Hari Tari Sedunia ini harus kita jadikan sebagai penguat rasa bangga terhadap jati diri bangsa. Budaya adalah ruh dari kemajuan. Tanpa akar budaya yang kuat, kemajuan justru bisa membuat kita kehilangan arah,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berkarya dan berinovasi, serta memastikan seni tradisional tetap hidup dan berkembang di tangan generasi masa depan.

Ke depan, peringatan Hari Tari Sedunia di DKM Malang diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga wadah pembinaan dan regenerasi seniman muda di Kota Malang secara berkelanjutan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *