Pemerintahan

Manajemen Talenta Jadi Senjata, Pemkot Malang Target Akhiri Era Plt

11
×

Manajemen Talenta Jadi Senjata, Pemkot Malang Target Akhiri Era Plt

Share this article
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Ketua DPRD Kota Malang Amithya saat memberikan keterangan terkait percepatan penerapan manajemen talenta ASN dan pengisian jabatan strategis di lingkungan Pemkot Malang. (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Pemerintah Kota Malang mulai menggeber langkah strategis untuk mengakhiri maraknya jabatan pelaksana tugas (Plt) di sejumlah posisi penting. Melalui penerapan manajemen talenta berbasis kompetensi, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menargetkan seluruh jabatan strategis segera terisi pejabat definitif yang benar-benar sesuai kapasitasnya.

Pernyataan itu disampaikan Wahyu, Rabu (29/4), menyusul diterimanya arahan dan rekomendasi terkait penguatan sistem manajemen talenta ASN. Ia menegaskan, kondisi banyaknya jabatan yang masih diisi Plt tidak bisa dibiarkan terlalu lama karena berpotensi menghambat optimalisasi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kita akui masih ada jabatan strategis yang diisi Plt. Tapi ini sifatnya sementara. Target kita semua segera terisi definitif, dan itu kita siapkan lewat manajemen talenta,” tegasnya.

Menurut Wahyu, selama ini pengisian jabatan kerap terkendala prosedur panjang, mulai dari seleksi terbuka hingga proses perizinan yang memerlukan waktu. Hal itu menyebabkan kekosongan jabatan tidak bisa segera diisi secara permanen.

Namun kini, Pemkot Malang mulai beralih ke sistem manajemen talenta yang lebih modern dan terukur. Dalam sistem ini, seluruh ASN dipetakan secara menyeluruh berdasarkan kompetensi, latar belakang pendidikan, rekam jejak jabatan, kinerja, hingga tingkat kedisiplinan.

Hasil pemetaan tersebut kemudian dituangkan dalam sembilan kategori atau box talenta. Box tertinggi diisi oleh ASN dengan performa dan kompetensi terbaik, sementara box bawah menjadi indikator perlunya pembinaan dan peningkatan kapasitas.

“Dari sembilan box itu kita tahu persis kondisi ASN kita. Siapa yang siap dipromosikan, siapa yang masih perlu ditingkatkan. Jadi semua keputusan berbasis data, bukan asumsi,” jelasnya.

Dengan sistem ini, proses mutasi dan promosi jabatan dipastikan akan jauh lebih cepat. Bahkan, Wahyu menyebut pelantikan pejabat bisa dilakukan dalam waktu singkat karena kandidat sudah tersedia dalam database talenta.

“Kalau ini sudah berjalan penuh, saya bisa melantik hari ini, besok juga bisa melantik lagi. Bahkan mengganti pejabat pun bisa cepat, karena semuanya sudah terpetakan,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan talenta internal, Pemkot Malang juga membuka peluang mendatangkan ASN dari luar daerah untuk mengisi jabatan strategis. Melalui kerja sama antar pemerintah daerah maupun instansi, proses ini bisa dilakukan tanpa harus melalui seleksi terbuka yang panjang.

“Kita bisa minta dari kementerian, provinsi, atau daerah lain. Tinggal lihat dia ada di box mana, kalau cocok langsung kita ajukan kerja sama,” imbuhnya.

Meski demikian, Wahyu menegaskan bahwa penerapan manajemen talenta dilakukan secara bertahap. Saat ini, sistem tersebut mulai berjalan dan akan terus disempurnakan seiring kebutuhan organisasi.

Ia juga mengakui bahwa proses persiapan, termasuk pemetaan sembilan box, menjadi alasan mengapa pengisian jabatan sebelumnya membutuhkan waktu lebih lama.

“Kemarin kita memang fokus menyiapkan sistemnya. Sekarang sudah mulai berjalan, dan ke depan akan kita percepat,” katanya.

Dengan manajemen talenta sebagai senjata baru, Pemkot Malang optimistis dapat menciptakan birokrasi yang lebih profesional, responsif, dan berbasis merit. Wahyu menegaskan, ke depan tidak ada lagi ruang bagi pengisian jabatan yang tidak sesuai kompetensi.

“Plt itu hanya sementara. Kita ingin semua jabatan strategis diisi oleh orang yang tepat, yang memang punya kemampuan. Jadi bukan lagi soal kedekatan, tapi murni kompetensi,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *