Peristiwa

Hujan Es Guyur Bunulrejo Malang Kagetkan Warga

17
×

Hujan Es Guyur Bunulrejo Malang Kagetkan Warga

Share this article
Hujan Es Guyur Bunulrejo Malang, Warga Sempat Kaget Saat Butiran Es Jatuh di Halaman Rumah
Warga menunjukkan butiran es di telapak tangannya saat hujan lebat di kawasan Bunulrejo, Kota Malang. (foto: sudutkota.id/mit)

Sudutkota.Id– Hujan dengan intensitas lebat disertai butiran es terjadi di kawasan Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Selasa (28/4) sekitar pukul 15.20 WIB.

Peristiwa tersebut salah satunya terpantau di depan rumah Wahyu Hayatiningdih, warga RT: 05 RW: 16 Bunulrejo. Saat hujan turun deras, tiba-tiba muncul butiran es kecil yang jatuh bersamaan dengan air hujan.

Wahyu mengaku sempat kaget saat mendengar suara benda kecil jatuh berderak di halaman rumahnya. Awalnya ia mengira hanya kerikil yang terbawa air hujan, namun setelah diperhatikan ternyata butiran es.

“Saya kaget, soalnya bunyinya seperti kerikil jatuh. Setelah saya lihat, ternyata es kecil-kecil. Langsung saya ambil pakai tangan,” ungkap Wahyu saat ditemui.

Butiran es tersebut tampak berukuran kecil dan cepat mencair saat disentuh. Dalam dokumentasi yang dihimpun, terlihat es berada di telapak tangan warga, sementara di sisi lain air hujan mengalir deras dari atap rumah, menunjukkan tingginya intensitas hujan saat kejadian berlangsung.

Menurut Wahyu, fenomena hujan es itu hanya berlangsung singkat, sekitar beberapa menit, sebelum akhirnya kembali menjadi hujan biasa. Meski singkat, kejadian tersebut sempat membuat warga sekitar keluar rumah untuk melihat langsung.

“Tidak lama, mungkin hanya sebentar saja. Setelah itu hujannya biasa lagi,” tambahnya.

Sementara itu, BMKG Karangploso menjelaskan bahwa hujan es merupakan fenomena alam yang bisa terjadi saat pertumbuhan awan konvektif, khususnya awan Cumulonimbus, berkembang sangat kuat.

Dalam kondisi tersebut, butiran air di dalam awan terbawa arus naik turun hingga membeku, kemudian jatuh ke permukaan sebagai es ketika sudah cukup berat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

“Terutama pada masa peralihan musim yang kerap ditandai dengan hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *