Sudutkota.id – Wali Kota Wahyu Hidayat memastikan proyek revitalisasi Pasar Induk Gadang senilai Rp14,9 miliar akan mulai dikerjakan pada akhir Mei 2026. Kepastian ini disampaikan setelah proses relokasi pedagang dinyatakan rampung dan kawasan lama mulai diratakan, Selasa (28/4).
Wahyu menegaskan, saat ini tahapan yang dilakukan tinggal pembersihan dan pembongkaran lapak lama agar lahan siap sepenuhnya untuk pembangunan fisik. Ia bahkan menargetkan proses tersebut selesai dalam waktu singkat.
“Relokasi sudah selesai, pedagang sudah masuk semua. Sekarang tinggal perapian. Insya Allah satu-dua hari ini sudah rata,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Pantauan di lapangan, alat berat mulai diturunkan untuk merobohkan bangunan semi permanen yang selama puluhan tahun berdiri di kawasan pasar. Aktivitas ini menjadi penanda dimulainya transformasi besar di pusat perdagangan tersebut.
Menurut Wahyu, proses administrasi seperti tender tengah berjalan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Setelah itu, pengerjaan fisik akan langsung digeber tanpa penundaan.
“Target kita minggu keempat Mei sudah mulai fisik. Anggaran tetap Rp14,9 miliar, tidak ada perubahan,” tegasnya.
Meski nilai proyek tidak berubah, Pemkot Malang melakukan sejumlah penyesuaian teknis di lapangan. Fokusnya adalah memastikan kawasan pasar ke depan lebih tertib dan tidak kembali dipenuhi aktivitas liar di luar zona resmi.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembangunan pagar pembatas yang lebih tinggi serta penataan akses keluar masuk pasar. Hal ini dilakukan untuk menutup celah munculnya pedagang kaki lima (PKL) di luar area yang telah disediakan.
“Kita antisipasi supaya tidak ada lagi PKL liar. Akses kita atur, pagar kita buat lebih tinggi, jadi tidak ada ruang orang berhenti di luar untuk transaksi,” jelas Wahyu.
Selain itu, penataan juga menyasar jalur akses di sekitar pasar, termasuk hingga kawasan jembatan di sisi timur. Dengan konsep ini, seluruh aktivitas jual beli diarahkan masuk ke dalam pasar, bukan lagi meluber ke badan jalan seperti sebelumnya.
Langkah ini dinilai krusial, mengingat kondisi Pasar Induk Gadang selama ini kerap dikeluhkan karena semrawut, macet, dan dipenuhi pedagang di luar area resmi. Bahkan, kondisi tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penanganan signifikan.
Kini, dengan dimulainya pembongkaran dan kepastian proyek berjalan, Pemkot Malang mencoba menjawab persoalan lama itu secara menyeluruh.
Wahyu juga memastikan, proses penataan dilakukan tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha pedagang. Seluruh pedagang telah difasilitasi tempat relokasi agar tetap bisa berjualan selama pembangunan berlangsung.
“Yang penting pedagang tetap jalan. Kita tidak ingin ada yang dirugikan,” tandasnya.




















