Daerah

Antisipasi El Nino, Pemkot Malang Tancap Gas Percepat Tanam Padi

19
×

Antisipasi El Nino, Pemkot Malang Tancap Gas Percepat Tanam Padi

Share this article
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Forkopimda dan petani tanam padi serentak di Mulyorejo untuk antisipasi kemarau. (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Menghadapi ancaman perubahan iklim dan potensi musim kemarau yang lebih panjang, Pemerintah Kota Malang langsung tancap gas. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, turun langsung ke sawah memimpin gerakan tanam padi serentak sebagai langkah konkret mengamankan produksi pangan, Kamis (23/4).

Kegiatan tersebut digelar di lahan milik Arif, anggota Poktan Tani Mulyo III, di kawasan Mulyorejo, Kecamatan Sukun. Dari lokasi ini, Wahyu juga mengikuti koordinasi Gerakan Tanam Serentak se-Jawa Timur melalui sambungan virtual, menandai sinergi antara pemerintah daerah dan program nasional dalam menjaga ketahanan pangan.

Langkah percepatan tanam ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di wilayah Jawa Timur diperkirakan masih berlangsung hingga akhir April. Namun di sisi lain, fenomena El Nino dengan kategori sedang mulai memberi sinyal ancaman kekeringan di bulan-bulan berikutnya.

“Ini momentum yang tidak boleh dilewatkan. Selama air masih tersedia, kita percepat tanam agar produksi tetap aman saat kemarau datang,” tegas Wahyu di sela kegiatan.

Ia menambahkan, Kota Malang memiliki keunggulan dari sisi ketersediaan air yang relatif stabil. Dukungan aliran sungai yang mencukupi sepanjang tahun menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi pertanian, bahkan saat tekanan musim kering mulai dirasakan.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot Malang menyalurkan bantuan benih padi kepada para petani. Total 10 ton benih varietas unggul Inpari 32 dan Inpari 45 disiapkan untuk Tahun Anggaran 2026.

“Dengan ketersediaan benih ini, petani tidak perlu khawatir soal modal awal tanam. Fokus kita adalah memastikan produksi tetap berjalan optimal,” ujarnya.

Tak hanya itu, kesiapan pupuk subsidi juga telah dirancang secara matang. Melalui koordinasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta kelompok tani, kebutuhan pupuk telah disusun sejak 2025. Bahkan, perencanaan untuk tahun 2027 kini tengah diproses melalui penyusunan e-RDKK.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Malang, Slamet Husnan, menegaskan bahwa gerakan tanam serentak ini merupakan bagian dari program besar yang digerakkan secara nasional hingga ke daerah.

“Secara nasional sudah dimulai di Jambi, sementara untuk Jawa Timur dipusatkan di Ngawi. Kota Malang bergerak serentak sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas produksi pangan,” jelasnya.

Di Kota Malang sendiri, percepatan tanam difokuskan di Kelurahan Mulyorejo dengan luas lahan sekitar 1,1 hektare yang masih siap diolah. Sementara di empat kecamatan lainnya, tanaman padi telah lebih dulu ditanam dan kini memasuki usia sekitar 35 hari.

Dengan strategi percepatan ini, Pemkot Malang optimistis mampu menjaga produktivitas padi di tengah ancaman El Nino. Harapannya, ketersediaan pangan tetap terjaga, harga stabil, dan para petani tetap produktif meski menghadapi tantangan musim yang tidak menentu


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *