Daerah

Dinsos PPPA Sampang Raih Prestasi Nasional di Bawah Kepemimpinan H. Anwari

21
×

Dinsos PPPA Sampang Raih Prestasi Nasional di Bawah Kepemimpinan H. Anwari

Share this article
Kepala Dinsos PPPA Sampang H. Moh. Anwari bersama Bupati Sampang menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) dan Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Pratama. (Foto: Sudutkota.id/HBB)

Sudutkota.id – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Sampang mencatatkan prestasi tingkat nasional di bawah kepemimpinan H. Moh. Anwari Abdullah.

Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam pembangunan sumber daya manusia, yang juga sejalan dengan momentum peringatan Hari Kartini melalui penguatan peran perempuan dan perlindungan anak.

Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Sampang, H. Moh. Anwari Abdullah, melalui Kepala Bidang PPPA, Masruha, menyampaikan bahwa prestasi nasional tersebut merupakan hasil implementasi lima program strategis sesuai regulasi dan Peraturan Daerah (Perda).

“Program tersebut meliputi Pengarusutamaan Gender (PUG), Peningkatan Kualitas Keluarga, Perlindungan Perempuan, Perlindungan Khusus Anak, dan Pemenuhan Hak Anak,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelum 2018 Kabupaten Sampang belum pernah meraih penghargaan nasional di bidang gender dan perlindungan anak. Namun, sejak adanya dukungan dari Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, berbagai capaian mulai diraih.

Pada 2021, Kabupaten Sampang memperoleh penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori Pratama serta Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Pratama. Prestasi tersebut meningkat pada 2023 dengan capaian KLA kategori Madya selama dua tahun berturut-turut.

“Komitmen Pemerintah Kabupaten Sampang, khususnya Bupati, sangat kuat dalam mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,” kata Masruha.

Lebih lanjut, program PPPA di Sampang difokuskan pada pemberdayaan perempuan rentan, termasuk perempuan kepala keluarga dan pekerja migran Indonesia. Hingga 2022, Dinsos PPPA telah melakukan pendataan hingga tingkat desa untuk mengidentifikasi kelompok sasaran, termasuk pelaku Industri Kecil Menengah (IKM).

Data tersebut menjadi dasar pelaksanaan pelatihan keterampilan guna meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan yang berisiko kemiskinan.

Meski menghadapi keterbatasan anggaran pada 2025, pihaknya memastikan program pemberdayaan tetap berlanjut dan diupayakan memberi manfaat bagi masyarakat pada 2026.

“Program yang sudah berjalan akan terus kami upayakan keberlanjutannya agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat Sampang,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *