Sudutkota.id – Warga Dusun Paras, Desa Turipinggir, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, digegerkan dengan penemuan mayat pria dalam kondisi mengenaskan, Minggu (12/4/2026).
Korban ditemukan tersangkut di cor pembatas Sekunder Turi Baru oleh seorang petani saat beraktivitas di sekitar lokasi. Saat ditemukan, kondisi korban hanya mengenakan celana dalam dan dalam posisi tengkurap.
Kepala Dusun Paras, Johan Dwi Santoso, mengatakan penemuan tersebut langsung membuat warga sekitar heboh.
“Posisinya hanya mengenakan celana dalam saja, tengkurap dan menyangkut di cor pembatas sungai,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan saat proses evakuasi dilakukan, warga dan petugas menemukan adanya luka serius pada tubuh korban. Luka tersebut terlihat menganga di bagian leher.
“Ada luka seperti digorok di lehernya, entah pembunuhan atau bagaimana,” tambah Johan.
Temuan ini memunculkan dugaan kuat adanya unsur kekerasan dalam kasus penemuan mayat di Megaluh Jombang tersebut.
Sementara itu, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan mengonfirmasi bahwa korban diperkirakan berusia sekitar 30 tahun. Namun, hingga kini identitas korban masih belum diketahui.
“Korban ditemukan dengan luka sayat di leher. Namun kami belum bisa memastikan apakah kematiannya akibat tenggelam atau tindak pidana,” ujar Ardi.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah telah dibawa ke RSUD Jombang guna dilakukan autopsi, termasuk visum luar dan dalam. Selain luka di leher, polisi juga menemukan luka lain di bagian pipi korban.
Tak hanya itu, ia juga menduga korban bukan warga setempat. Hal ini karena tidak ada warga yang mengenali korban.
Menurut Ardi, lokasi penemuan berada di aliran Sungai Mrican yang memiliki jalur panjang hingga ke wilayah Kediri. “Sungai ini sangat panjang hingga ke Kediri, sehingga kemungkinan korban terbawa arus dari luar daerah,” jelasnya.
Kini, Polres Jombang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian serta meminta keterangan sejumlah saksi.
Selain itu, upaya identifikasi korban juga terus dilakukan menggunakan berbagai metode. “Hingga saat ini kami masih melakukan autopsi dan analisa lebih lanjut,” pungkasnya.





















