Sudutkota.id – Kendati diguyur hujan deras, tak menyurutkan langkah Bupati Jember, Muhammad Fawait memantau kondisi banjir yang ada di wilayah Kecamatan Mumbulsari.
Salah satunya untuk memantau penyebab banjir karena adanya pendangkalan sungai. Rencana ke depan, bupati akan melakukan pemetaan pendangkalan sungai di wilayah Jember.
Apa yang dilakukan Gus Fawait ini merupakan rangkaian kegiatan Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan yang dikenal dengan program “Bunga Desaku”. Ini sekaligus merespons cepat terhadap laporan masyarakat.
Menurut Fawait, banjir tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga karena pendangkalan sungai serta penumpukan sampah yang menghambat aliran air.
“Keluhan masyarakat terbukti di lapangan. Selain curah hujan tinggi, kondisi sungai yang dangkal dan tersumbat sampah memperparah banjir,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Dijelaskan, Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan berbagai peralatan untuk penanganan darurat guna mengurangi dampak banjir yang kerap terjadi setiap musim hujan.
Namun demikian, penanganan menyeluruh membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan karena status sungai berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Untuk itulah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemprov untuk melakukan pengerukan sungai. Upaya ini dinilai sebagai solusi jangka panjang agar persoalan banjir tidak terus berulang di wilayah tersebut.
“Kami akan dorong percepatan pengerukan agar persoalan ini tidak terus berulang,” tegasnya.
Yang pasti, kata Fawait, penanganan banjir akan dilakukan secara terpadu bersama DPRD melalui kegiatan turun langsung ke lapangan dan evaluasi berkelanjutan.
Pemerintah daerah juga berencana melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik rawan banjir di Kabupaten Jember. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab utama banjir secara spesifik, apakah berasal dari sistem drainase yang tidak optimal atau akibat intensitas hujan ekstrem.
“Kalau karena saluran, bisa kita benahi. Tapi kalau dipicu curah hujan tinggi, tentu perlu strategi berbeda,” tegasnya.
Fawait menambahkan, dalam membangun Jember perlu sinergisitas antara pemerintah daerah dan provinsi hingga pusat. Dengan sinergisitas tersebut penanganan banjir di Jember dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Kehadiran langsung kepala daerah di tengah bencana juga menjadi simbol bahwa pemerintah tidak tinggal diam dalam menghadapi persoalan warganya,” tutupnya.





















