Daerah

Pasar Ploso Jombang Ambruk, Ahli Soroti Kesalahan Teknis dan Spesifikasi Material

6
×

Pasar Ploso Jombang Ambruk, Ahli Soroti Kesalahan Teknis dan Spesifikasi Material

Share this article
Ambruknya atap kanopi Pasar Ploso Jombang sepanjang sekitar 15 meter yang belum genap berusia tiga bulan memicu sorotan publik.
Atap pasar Ploso Jombang yang ambruk. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Ambruknya atap kanopi Pasar Ploso Jombang sepanjang sekitar 15 meter yang belum genap berusia tiga bulan memicu sorotan publik.

Proyek revitalisasi Pasar Ploso Jombang senilai Rp3,9 miliar dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Jawa Timur 2025 ini diduga mengalami salah konstruksi hingga permainan spesifikasi material.

Peristiwa ambruknya atap Pasar Ploso Jombang tersebut memunculkan berbagai dugaan, mulai dari kesalahan teknis hingga indikasi kelalaian kontraktor pelaksana, CV Panama Karya.

Pengakuan adanya persoalan teknis dari pihak kontraktor semakin menguatkan dugaan adanya masalah dalam konstruksi Pasar Ploso Jombang.

Seorang kontraktor di Jombang berinisial AM (48) menilai secara kasat mata terdapat indikasi salah konstruksi pada pemasangan rangka kanopi.

“Kalau melihat dari foto dan pola robohnya, seharusnya ada besi penahan yang ditanam di dalam tembok, bukan hanya dibaut ke dinding,” ujarnya, Jumat (20/3/2026).

Menurut AM, konstruksi kanopi dengan bentang panjang seperti di Pasar Ploso Jombang seharusnya menggunakan sistem angkur tanam. Sistem ini berfungsi menopang beban tarik dan tekanan angin agar struktur tetap kokoh.

“Kalau hanya dibaut tanpa angkur, risiko lepas sangat tinggi, apalagi panjangnya sekitar 15 meter,” jelasnya.

Ia menilai metode pemasangan rangka kanopi Pasar Ploso Jombang tidak memenuhi standar teknis konstruksi yang semestinya diterapkan pada bangunan publik.

Selain dugaan kesalahan konstruksi, spesifikasi material Pasar Ploso Jombang juga menjadi sorotan. AM memperkirakan rangka yang digunakan berukuran 4×4 dengan ketebalan sekitar 0,03 cm.

Padahal, untuk bentang sepanjang itu, ketebalan minimal yang direkomendasikan mencapai 0,05 cm.
“Kalau benar hanya 0,03 cm, itu terlalu tipis untuk beban jangka panjang,” tegasnya.

Perbedaan spesifikasi ini dinilai berpengaruh pada kualitas bangunan sekaligus membuka potensi efisiensi biaya yang tidak wajar dalam proyek revitalisasi Pasar Ploso Jombang.

Ia menjelaskan, harga hollow galvanis ukuran 4×4 panjang 6 meter di pasaran berkisar Rp200 ribu per batang. Untuk bentang 15 meter, dibutuhkan setidaknya tiga batang material utama.

“Selisih ketebalan berpengaruh pada harga. Di situ potensi permainan spesifikasi bisa terjadi,” katanya.

AM juga menyinggung proyek Pasar Tunggorono Jombang yang dinilai memiliki pola pengerjaan serupa.

Menurutnya, kedua proyek tersebut berada dalam satu jaringan pemborong, sehingga spesifikasi material yang digunakan diduga tidak jauh berbeda.

“Kalau satu proyek ada permainan, biasanya polanya mirip,” ungkapnya.

Dugaan salah konstruksi dan permainan spesifikasi material pada proyek Pasar Ploso Jombang semakin menguat setelah bangunan roboh tanpa adanya hujan deras maupun angin kencang.

Sejumlah pihak menilai, jika dugaan tersebut terbukti, maka persoalan ini tidak hanya sebatas kelalaian teknis, tetapi berpotensi masuk ranah hukum.

Direktur CV Panama Karya, Amal Fathulloh, mengakui adanya kendala teknis dalam pembangunan Pasar Ploso Jombang.

Namun, ia menyebut kondisi bangunan lama menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kekuatan struktur.

“Dinding lama banyak yang sudah tidak bagus, bahkan ada yang loss, sehingga pemasangan kurang maksimal,” ujarnya.

Pihaknya memastikan akan melakukan penguatan ulang pada struktur kanopi Pasar Ploso Jombang.

“Ke depan akan kami perkuat lagi pemasangannya,” tegasnya.

Amal menyatakan perbaikan permanen atap Pasar Ploso Jombang akan dilakukan setelah Lebaran 2026.

Menurutnya, keterbatasan tenaga kerja menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi kendala saat ini.

“Perbaikan kemungkinan dilakukan awal pekan depan setelah Lebaran. Proyek ini masih dalam masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab kami,” jelasnya.

Sebagai langkah sementara, kontraktor akan memasang penyangga tambahan pada kanopi Pasar Ploso Jombang.

“Untuk sementara kami beri penyangga agar pedagang tetap merasa aman,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *