Daerah

Kuras Anggaran Rp 3,9 Miliar, Kanopi Pasar Ploso Ambruk Belum Setahun Diduga Masalah Teknis

20
×

Kuras Anggaran Rp 3,9 Miliar, Kanopi Pasar Ploso Ambruk Belum Setahun Diduga Masalah Teknis

Share this article
Proyek revitalisasi Pasar Ploso di Kabupaten Jombang, Jawa Timur senilai Rp3,9 miliar kembali menjadi sorotan.
Bangunan atap pasar Ploso yang ambruk akibat kualitas buruk. (foto: sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id– Proyek revitalisasi Pasar Ploso di Kabupaten Jombang, Jawa Timur senilai Rp3,9 miliar kembali menjadi sorotan.

Kali ini, kanopi bagian depan pasar dilaporkan ambruk sepanjang kurang lebih 15 meter, meski usia proyek belum genap satu tahun.

Insiden ambruknya kanopi Pasar Ploso tersebut memicu kekhawatiran para pedagang. Mereka mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek revitalisasi yang baru saja rampung.

Direktur CV Panama Karya, Amal Fathulloh, selaku kontraktor pelaksana, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan pihaknya langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan.

“Begitu mendapat informasi, kami langsung melakukan pembersihan material yang ambrol agar tidak mengganggu aktivitas pedagang,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Amal menjelaskan, langkah cepat itu dilakukan untuk memastikan area tetap aman dan bisa digunakan. Material yang berpotensi membahayakan langsung disingkirkan dari lokasi kejadian.

Namun demikian, perbaikan permanen belum dapat dilakukan dalam waktu dekat. Menurutnya, keterbatasan tenaga kerja menjelang Hari Raya Idulfitri menjadi kendala utama.

“Perbaikan akan kami lakukan setelah Lebaran, kemungkinan hari Senin atau Selasa minggu depan. Saat ini masih menjadi tanggung jawab kami karena proyek masih dalam masa pemeliharaan,” jelasnya.

Sebagai langkah sementara, pihak kontraktor akan memasang penyangga pada bagian selatan kanopi untuk meminimalkan risiko bagi pedagang yang beraktivitas.

“Untuk sementara akan kami beri penyangga dulu, supaya pedagang tetap merasa aman,” tambahnya.

Terkait penyebab ambruknya kanopi Pasar Ploso, Amal mengakui adanya persoalan teknis. Namun, ia menyebut kondisi bangunan lama menjadi salah satu faktor utama.

“Dinding lama Pasar Ploso itu banyak yang sudah tidak bagus, bahkan ada yang ‘loss’, sehingga pemasangan tidak bisa rapat dan kurang maksimal,” terangnya.

Ia memastikan, ke depan pihaknya akan melakukan penguatan pada bagian tersebut agar lebih kokoh dan tidak kembali mengalami kerusakan.
“Kedepannya akan kami perkuat lagi pemasangannya,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan dan revitalisasi Pasar Ploso Jombang, Jawa Timur senilai Rp 3,9 miliar kembali menjadi sorotan.

Bangunan yang baru diresmikan awal 2026 itu dilaporkan mengalami kerusakan serius setelah atap kanopi ambruk pada Rabu (18/3/2026) dini hari.

Peristiwa atap pasar ambruk di Jombang tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Kanopi sepanjang lebih dari 15 meter di bagian depan Pasar Ploso tiba-tiba terlepas dan jatuh ke lantai.

Salah satu saksi mata, Sri Wahyuni (45), pedagang setempat, mengaku berada di lokasi saat kejadian berlangsung.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *