Sudutkota.id – Kondisi kesejahteraan guru Taman Kanak-kanak (TK) di Kabupaten Malang kembali menjadi sorotan. Banyak dari mereka yang selama ini mengabdikan diri mendidik anak usia dini, namun dinilai masih belum mendapatkan perhatian yang layak.
Hal tersebut mencuat saat Anggota DPRD Kabupaten Malang, Zulham Ahmad Mubarok, menghadiri undangan Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Malang.
Dalam pertemuan itu, Zulham secara langsung mendengar berbagai keluhan dan aspirasi dari para guru yang selama ini berada di garis depan pendidikan anak usia dini.
Zulham mengungkapkan bahwa dalam kegiatan tersebut dirinya lebih banyak mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi para guru TK, mulai dari persoalan kesejahteraan, perhatian pemerintah, hingga tantangan yang mereka hadapi dalam menjalankan tugas mendidik generasi masa depan.
“Hari ini saya menghadiri undangan dari Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Malang. Dalam kesempatan ini saya lebih banyak mendengar keluh kesah para guru yang setiap hari mendidik anak-anak kita dengan penuh kesabaran,” ujar Zulham Ahmad Mubarok saat dikonfirmasi, Rabu (12/3/2026).
Menurutnya, guru TK memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun pondasi pendidikan anak sejak usia dini. Di tangan para guru inilah karakter, kedisiplinan, serta nilai-nilai dasar pendidikan mulai ditanamkan kepada anak-anak.
Namun ironisnya, kata Zulham, peran penting tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan perhatian dan kesejahteraan yang memadai bagi para guru. Banyak guru TK yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi fasilitas, dukungan program, hingga kesejahteraan.
Ia pun secara terbuka mengakui bahwa kondisi yang terjadi saat ini belum sepenuhnya berpihak kepada para guru. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada para pendidik yang selama ini tetap bekerja dengan penuh dedikasi meski dalam berbagai keterbatasan.
“Saya tahu kondisi hari ini belum sepenuhnya berpihak kepada para guru. Atas nama pemerintah, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.
Zulham menegaskan bahwa guru merupakan pondasi penting bagi masa depan bangsa. Tanpa peran guru, khususnya di pendidikan usia dini, akan sulit menciptakan generasi yang memiliki karakter kuat dan kesiapan menghadapi masa depan.
Karena itu, menurutnya suara para guru tidak boleh diabaikan. Aspirasi yang mereka sampaikan harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah maupun para pemangku kebijakan di sektor pendidikan.
Sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Malang, Zulham menegaskan komitmennya untuk membawa berbagai aspirasi yang disampaikan para guru TK tersebut ke dalam pembahasan di DPRD.
Ia berharap ke depan akan ada kebijakan yang lebih berpihak kepada para pendidik, khususnya dalam hal peningkatan kesejahteraan dan dukungan terhadap pendidikan anak usia dini.
“Guru adalah pondasi masa depan bangsa. Karena itu suara mereka tidak boleh diabaikan. Hak-haknya harus diperjuangkan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa aspirasi para guru ini tidak boleh berhenti hanya dalam forum pertemuan semata. Harus ada langkah nyata agar persoalan yang selama ini dirasakan para guru bisa mendapatkan solusi yang konkret.
“Saya berkomitmen untuk terus membawa aspirasi para guru ini agar mendapat perhatian yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.





















