Sudutkota.id – Yayasan Lingkar Gagasan Indonesia (Lingga Indonesia) menggelar workshop bertajuk Penguatan Strategi dan Pendekatan Kolaboratif Berdasarkan Temuan Lapangan di Sektor Usaha Hiburan dan Jasa Relaksasi di Hotel Aria Gajayana, Kota Malang.
Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi pemerintah, komunitas, serta pelaku usaha hiburan untuk memperkuat komunikasi dan sinergi dalam merespons dinamika yang berkembang di lapangan. Koordinator Program SSR Lingga Indonesia, Rifan Ansori, mengatakan.
“Kegiatan ini menjadi ruang bersama bagi berbagai pihak untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dalam merespons persoalan yang muncul di sektor usaha hiburan.” ujar Rifan Ansori, Rabu(11/03/26)
Rifan menjelaskan, sektor usaha hiburan merupakan bagian dari sistem sosial dan ekonomi perkotaan yang memiliki karakteristik khusus serta melibatkan banyak kepentingan. Karena itu, dibutuhkan strategi penanganan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga mengedepankan pendekatan kolaboratif antar pemangku kepentingan.
“Sektor usaha hiburan memiliki dinamika yang kompleks sehingga membutuhkan pendekatan yang komprehensif dan kolaboratif dalam penanganannya,” jelas Rifan Ansori.
Ia menambahkan, workshop tersebut merupakan kelanjutan dari proses pengumpulan temuan lapangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh tim Lingga Indonesia bersama berbagai pihak terkait di Kota Malang.
Hasil temuan tersebut kemudian dijadikan dasar untuk merumuskan strategi yang lebih terstruktur dalam menangani berbagai persoalan di sektor hiburan dan jasa relaksasi.
“Temuan lapangan yang sudah kami kumpulkan menjadi dasar penting untuk merumuskan strategi penanganan yang lebih tepat dan terarah,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat terbangun kesepahaman bersama mengenai arah penanganan isu serta mekanisme kerja yang dapat dijalankan secara bertahap dan berkelanjutan. Dengan demikian, upaya penanganan persoalan di sektor usaha hiburan dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Kami berharap forum ini dapat memperkuat kesepahaman dan menghasilkan langkah konkret yang bisa dijalankan bersama,” tegas Rifan Ansori.
Sementara itu, Narahubung pelaksana kegiatan, Minnanun Rahman, mengatakan workshop ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka bagi para pemangku kepentingan untuk berbagi pengalaman, pandangan, serta solusi atas persoalan yang dihadapi di lapangan.
“Forum ini menjadi wadah diskusi bersama agar setiap pihak dapat menyampaikan pandangan dan pengalaman terkait kondisi di lapangan,” ujar Minnanun.
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut akan diikuti sekitar 20 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari instansi pemerintah, organisasi masyarakat, hingga pelaku usaha hiburan seperti karaoke, bar, lounge, dan panti pijat di Kota Malang.
“Peserta yang hadir berasal dari berbagai unsur agar diskusi yang berlangsung dapat mencerminkan kondisi nyata di lapangan,” terangnya.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak sangat penting untuk memastikan bahwa setiap langkah penanganan yang dirumuskan dapat mempertimbangkan berbagai perspektif serta kebutuhan para pelaku di sektor usaha hiburan.
“Dengan keterlibatan banyak pihak, diharapkan setiap kebijakan atau langkah yang diambil bisa lebih tepat sasaran,” jelas Minnan.
Minnanberharap workshop tersebut tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu menghasilkan rumusan strategi bersama yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam penanganan isu di sektor usaha hiburan di Kota Malang.
“Harapannya, forum ini mampu menghasilkan langkah strategis yang dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan,” pungkas Minnan Rahman.





















