Daerah

Bupati Malang Gandeng Universitas Brawijaya Kaji Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi

9
×

Bupati Malang Gandeng Universitas Brawijaya Kaji Proyek Pengolahan Sampah Jadi Energi

Share this article
Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M mendorong percepatan inovasi pengelolaan sampah di Kabupaten Malang melalui penjajakan proyek Waste to Energy (WTE) atau proyek yang bertujuan mengubah sampah (limbah) menjadi energi bersama Universitas Brawijaya.
Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M (kiri) saat bersama Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. (foto: istimewa)

Sudutkota.id– Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M mendorong percepatan inovasi pengelolaan sampah di Kabupaten Malang melalui penjajakan proyek Waste to Energy (WTE) atau proyek yang bertujuan mengubah sampah (limbah) menjadi energi bersama Universitas Brawijaya.

Hal tersebut disampaikan saat Sanusi melakukan audiensi dengan Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., di ruang Rektor lantai 6 Universitas Brawijaya, pada Jumat (06/03/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran civitas akademika Universitas Brawijaya serta sejumlah kepala perangkat daerah Kabupaten Malang. Audiensi ini membahas peluang pengembangan teknologi incinerator waste to energy sebagai solusi pengolahan sampah sekaligus sumber energi alternatif.

Dalam pertemuan itu, Bupati Malang menyampaikan, bahwa inovasi pengolahan sampah menjadi energi dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.

Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi besar untuk mengembangkan teknologi tersebut seiring dengan berbagai program pembangunan yang sedang berjalan.

Sanusi menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang saat ini juga tengah mengimplementasikan program nasional ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang digagas pemerintah pusat.

Program tersebut menekankan penguatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan melalui pengurangan sampah, penghijauan, serta penerapan pola hidup sehat.

“Program ini merupakan inisiatif nasional yang didukung berbagai lembaga, termasuk Polri dan pemerintah daerah, untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah serta aksi nyata di tengah masyarakat,” terang Sanusi.

Lebih lanjut, ia menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam menghadirkan solusi berbasis riset dan teknologi. Universitas Brawijaya dinilai memiliki kapasitas akademik yang kuat untuk mendukung kajian teknis pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik.

“Ke depan, apabila lokasi pembangunan insinerator sudah ditentukan dan seluruh persiapan teknis maupun administrasi telah siap, maka kami dari Pemerintah Kabupaten Malang siap menjalin kerja sama ini. Kami berharap kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mengatasi persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Malang dan kawasan sekitar Universitas Brawijaya,” sambungnya

Proyek Waste to Energy yang tengah dikaji tersebut juga sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 terkait program WtE/PSEL Danantara Indonesia. Program tersebut bertujuan memperkuat pengelolaan sampah perkotaan, mengurangi ketergantungan pada pembuangan di tempat pemrosesan akhir (TPA), sekaligus mendukung pengembangan pembangkit energi yang berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik, Bupati Malang berharap pengelolaan sampah di Kabupaten Malang ke depan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan.

“Tetapi juga mampu memberikan nilai tambah berupa energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Sanusi.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *