Sudutkota.id – Anggota DPRD Kabupaten Malang, Amarta Fasa, mendorong penguatan ketahanan pangan dari tingkat keluarga melalui kegiatan Sosialisasi Kebun B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Kegiatan tersebut digelar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Malang dari Partai NasDem itu menyampaikan bahwa upaya membangun ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan keluarga dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.
Melalui konsep kebun pangan keluarga, masyarakat diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri sekaligus memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di desa.
Menurut Amarta Fasa, pola konsumsi pangan B2SA menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Selain itu, program tersebut juga mendorong masyarakat agar lebih kreatif memanfaatkan hasil kebun rumah tangga, baik untuk konsumsi keluarga maupun untuk diolah menjadi produk pangan lokal.
“Ketahanan pangan tidak harus dimulai dari skala besar. Dari pekarangan rumah, masyarakat bisa menanam berbagai sayuran, buah, maupun tanaman pangan lainnya. Jika ini dilakukan secara bersama-sama, maka desa akan memiliki kemandirian pangan yang kuat,” ujar Amarta Fasa, saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Jumat (6/3/2026).
Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan keluarga.
Selain itu, warga juga didorong untuk mengembangkan kebun pekarangan sebagai sumber pangan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Pada kesempatan itu, turut dilakukan penyerahan bantuan sebesar Rp20 Juta dari Dinas Ketahanan Pangan kepada kelompok masyarakat sebagai bentuk dukungan pengembangan kebun pangan dan pengolahan pangan lokal di Desa Sidomulyo.
Amarta Fasa menilai desa memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan daerah. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah dan mengembangkan kebun pangan keluarga, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membantu menjaga ketersediaan pangan di tingkat lokal.
“Jika setiap keluarga memiliki kebun pangan sendiri, maka ketahanan pangan desa akan semakin kuat. Dari desa inilah kita bisa membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Politisi muda Partai NasDem tersebut berharap kegiatan sosialisasi kebun B2SA dapat terus dilakukan di berbagai desa di Kabupaten Malang.
Dengan demikian, masyarakat semakin sadar akan pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan serta mengembangkan pangan lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya dalam sektor pangan.





















