Daerah

BAZNAS Jombang Santuni 1.000 Anak Yatim, Bupati Warsubi Luncurkan Gerakan Berinfaq

21
×

BAZNAS Jombang Santuni 1.000 Anak Yatim, Bupati Warsubi Luncurkan Gerakan Berinfaq

Share this article
BAZNAS Jombang Santuni 1.000 Anak Yatim, Bupati Warsubi Luncurkan Gerakan Berinfaq
Bupati Jombang saat mengikuti Kick Off Gerakan Jombang Berinfaq di Masjid Agung.(foto:sudutkota.id/lok)

Sudutkota.id – Sebanyak 1.000 anak yatim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jombang menerima bantuan dalam kegiatan Santunan 1000 Yatim & Kick Off Gerakan Jombang Berinfaq yang digelar di Masjid Agung Baitul Mukminin, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan kolaboratif ini melibatkan BAZNAS Provinsi Jawa Timur dan BAZNAS Kabupaten Jombang bersama sejumlah lembaga zakat dan filantropi di Jombang seperti LAZiSNU Jombang, LAZIS Al Haromain, UPZ Kemenag Jombang, LSPT Jombang, Rombong Sedekah, LAZISMU, Al-Izzah Peduli Umat, BMH, Roushon Fikr Peduli, Laz UQ, dan UPZ BMT NU.

Santunan yang diberikan kepada anak yatim di Jombang tersebut berupa tas sekolah, alat tulis, dan uang saku.

Bantuan ini diharapkan mampu mendukung kebutuhan pendidikan sekaligus meningkatkan semangat belajar anak-anak yatim, khususnya di bulan Ramadan 2026.

Ketua BAZNAS Kabupaten Jombang, Veri Rifdian Virdani, menyampaikan bahwa kegiatan santunan 1000 yatim ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial masyarakat Jombang.

“Kami ingin anak-anak yatim di Jombang merasakan bahwa mereka tidak sendiri. Ada masyarakat yang peduli dan siap membantu. Kolaborasi antar-lembaga zakat ini penting agar pengelolaan zakat, infak, dan sedekah berjalan amanah dan profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Ali Maschan Moesa, menyebutkan bahwa program santunan serupa dilaksanakan serentak di 17 kabupaten/kota di Jawa Timur selama Ramadan.

“Setiap kabupaten memberikan santunan kepada seribu anak yatim. Ini momentum Ramadan untuk memperkuat ajaran Nabi Muhammad SAW tentang pentingnya sedekah dan kepedulian sosial,” katanya.

Terpisah, Bupati Jombang, Warsubi, mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam menyukseskan Santunan 1000 Yatim Jombang 2026 tersebut.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi anak-anak yatim untuk terus belajar dan meraih cita-cita.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jombang, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi. Bantuan ini mungkin sederhana, tetapi bagi adik-adik kita, ini adalah penyemangat untuk terus bermimpi,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Warsubi secara resmi mencanangkan Gerakan Jombang Berinfaq sebagai gerakan moral bersama untuk memperkuat solidaritas sosial masyarakat.

Pencanangan ditandai dengan pemasukan infak secara simbolis oleh Bupati dan Wakil Bupati Salmanudin ke dalam kotak infak yang telah disiapkan, disaksikan jajaran Forkopimda Jombang.

Menurut Bupati, Gerakan Jombang Berinfaq bukan hanya program seremonial, melainkan ajakan nyata untuk memperkuat budaya berbagi dan gotong royong di Kabupaten Jombang.

“Menyelesaikan persoalan sosial bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama demi kemaslahatan umat,” tegasnya.

Senyum ceria terlihat dari para penerima santunan, termasuk Irul (11) dan Rizki (12), siswa MI Thoyib Hidayat Pojok Puton, Kecamatan Diwek, yang hadir bersama belasan anak yatim lainnya.

Sekretaris LAZiSNU MWC-NU Kecamatan Diwek, Rendika Dian Anggara, menyebut pihaknya memberangkatkan 20 anak yatim untuk mengikuti kegiatan Santunan 1000 Yatim di Jombang tersebut.

“Kami berangkat sejak pagi untuk mendampingi anak-anak. Kegiatan ini sangat berarti bagi mereka,” ujarnya.

Program Santunan 1000 Yatim dan Gerakan Jombang Berinfaq diharapkan menjadi penguatan budaya zakat, infak, dan sedekah di Kabupaten Jombang selama Ramadan 2026 serta berkelanjutan demi membantu masyarakat yang membutuhkan.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *