Sudutkota.id – Kasus kematian seorang kakek di Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menyisakan tanda tanya besar. Korban yang dikenal sebagai tuan tanah itu ditemukan meninggal dalam kondisi mengenaskan.
Dugaan sementara, korban yang diketahui memiliki lahan sekitar 15 hektar itu, tewas akibat penganiayaan oleh anak dan cucunya sendiri.
Kepala Desa Dalisodo, Suprapto, membenarkan adanya dugaan kekerasan dan memastikan kasus ini kini tengah diselidiki intensif oleh Satreskrim Polres Malang.
Diperoleh informasi, korban ditemukan meninggal dengan memar di pipi, pelipis, dan pembengkakan di wajah. Kondisi itu dinilai tidak wajar oleh aparat desa dan warga.
“Kalau dilihat dari luka-lukanya, tidak masuk akal kalau dibilang jatuh. Ada tanda-tanda kekerasan,” ungkap Kades Suprapto, Selasa (14/10/2025).
Dari keterangan warga, lanjut Suprapto, korban sempat bertengkar dengan anak kandungnya bernama Aditya Soyo, dibantu oleh cucunya.
“Warga mendengar suara ribut dari dalam rumah. Setelah itu, korban tampak lemah dan terluka,” kata Suprapto.
Sementara saksi bernama Sampar, mengaku melihat langsung suasana pertengkaran antara korban dan keluarganya tiga hari sebelum korban meninggal dunia.
“Saksi ini mendengar suara bentakan keras dan melihat korban sempat tersungkur,” ujar Kades menirukan laporan warga.
Kapolsek Wagir, AKP Sutadi bersama perangkat desa sempat menyarankan autopsi untuk memastikan penyebab kematian. Namun, pihak keluarga menolak dan langsung memakamkan korban.
“Sudah kami sarankan autopsi, tapi keluarga tetap menolak. Meski begitu, penyelidikan tetap kami lanjutkan,” kata AKP Sutadi.
Jenazah korban dimakamkan sehari setelah meninggal dunia di TPU setempat. Meski tanpa autopsi, pihak desa dan kepolisian mencatat detail luka-luka di tubuh korban sebagai dasar laporan resmi.
Kapolsek AKP Sutadi menegaskan penyelidikan difokuskan pada dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang berujung fatal. Sejumlah saksi, termasuk anak dan cucu korban, telah dipanggil untuk diperiksa.
“Kami tidak bisa menyimpulkan sebelum pemeriksaan selesai. Tapi indikasi kekerasan itu ada,” ujar Sutadi.
Korban dikenal luas oleh warga Desa Dalisodo sebagai sosok santun, ramah, dan dermawan. Ia memiliki lahan pertanian dan kebun seluas hampir 15 hektar, warisan keluarga turun-temurun.
“Beliau orang baik, sering bantu warga saat kesulitan panen. Semua kaget dan prihatin dengan cara kematiannya,” ujar seorang warga.





















