JEMBER, Sudutkota.id – Penanganan masalah kesehatan dan sosial di Kabupaten Jember terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Tidak hanya Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., yang aktif memantau kondisi warga, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ghyta, juga turun langsung untuk menyapa warga sekaligus memastikan pelayanan home care berjalan optimal.
Hal itu terlihat saat Ning Ghyta mengikuti kegiatan peninjauan program home care pada Sabtu (10/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ning Ghyta didampingi jajaran pengurus TP PKK, petugas puskesmas, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), camat, lurah, serta petugas penjangkauan lapangan. Rombongan mendatangi sejumlah lokasi sasaran program home care, di antaranya wilayah kerja Puskesmas Kaliwates dan Kecamatan Sumbersari.
Di wilayah kerja Puskesmas Kaliwates, rombongan meninjau kondisi warga yang membutuhkan penanganan khusus. Salah satunya adalah Susmita (27), ibu hamil dengan risiko tinggi yang mengalami kekurangan energi kronis (KEK) dan memiliki berat badan 38,6 kilogram.
Selain itu, rombongan juga mengunjungi dua anak yang berisiko mengalami stunting di Lingkungan Kebon Indah, Kelurahan Tegal Besar, yakni Eliza yang berusia 1 tahun 11 bulan dan Alea yang berusia 2 tahun.
Sementara itu, di Kecamatan Sumbersari, Ning Ghyta meninjau langsung kondisi Lutfiah, seorang warga penyandang disabilitas yang disebut memiliki kondisi autisme.
Usai menyapa para penerima manfaat, Ning Ghyta mengaku tersentuh setelah melihat langsung kondisi warga penyandang disabilitas dan masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pendampingan.
“Hari ini alhamdulillah saya bersama puskesmas, Bu Camat, Pak Kapolsek, Pak Camat, dan seluruh jajaran bisa hadir langsung ke sini melihat warga yang menjadi sasaran home care. Saya tidak punya ekspektasi sebelumnya. Ternyata, masyaallah, kondisi disabilitasnya sampai sedemikian rupa,” ungkap Ning Ghyta.
Ia menegaskan, program home care menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga tingkat bawah.
“Di sinilah pemerintah hadir, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, bahu-membahu. Mudah-mudahan home care ini menjadi satu program yang sukses dengan semangat gotong royong,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ghyta juga memberikan perhatian khusus kepada seorang anak penyandang disabilitas yang tinggal bersama kakaknya. Keduanya disebut memiliki keterbatasan fisik dan mental serta tidak mendapatkan pendampingan orang tua.
Untuk memenuhi kebutuhan anak tersebut, pihaknya mendorong fasilitasi hak pendidikan dan perlindungan sosial. Salah satu upaya yang direncanakan adalah mengupayakan akses ke program Sekolah Rakyat (SR), disertai penanganan lanjutan melalui dinas terkait.
Melalui kegiatan turun lapangan tersebut, TP PKK Kabupaten Jember berkomitmen untuk terus mengawal penanganan kesehatan ibu hamil, percepatan penurunan stunting, serta pemerataan layanan sosial bagi warga penyandang disabilitas di berbagai wilayah Kabupaten Jember.





















