Sudutkota.id – Keberpihakan dan perhatian Bupati Jember Muhammad Fawait SE., MSc., terhadap nasib warga miskin, tidak perlu diragukan lagi. Selain menerjunkan seluruh ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data warga miskin agar bantuan tepat sasaran, Bupati Fawait juga melakukan perbaikan rumah warga miskin yang tidak layak huni.
Tidak main-main, menurut Gus Fawait, sapaan akrab Bupati Jember, dirinya menargetkan sebanyak 1.000 perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dalam tahun 2026.
Gus Fawait menjelaskan, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan daerah. Bahkan untuk memastikan pembangunan RTLH benar-benar sesuai harapan, Gus Fawait sempat meninjau hasil renovasi program RTLH tahun anggaran 2025, di Desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti.
.
“Alhamdulillah, tadi kita saksikan bersama bagaimana masyarakat merasa sangat terbantu. Rumah yang kokoh dan layak adalah kebutuhan dasar yang akan berimbas langsung pada peningkatan kesehatan serta kualitas SDM di Jember,” ujar Gus Fawait

Gus Fawait menegaskan, dari target 1.000 perbaikan RTLH, kini sudah dibangun sebanyak 200 rumah warga miskin, sehingga kini layak dihuni. Dijelaskan, target perbaikan 1.000 perbaikan RTLH, merupakan jumlah tertinggi dalam sejarah pembangunan RTLH di Kabupaten Jember.
Selain meninjau dan mengecek langsung pembangunan RTLH, dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait juga sempat menyalurkan bantuan sosial lain untuk menunjang kesejahteraan warga sekitar. Di antaranya, paket sembako, peralatan dapur dan kasur, serta pakaian layak pakai.
Bupati juga memastikan bahwa setiap proyek RTLH yang telah selesai dikerjakan memiliki kualitas yang sesuai standar dan harapan masyarakat.
“Kami mengecek langsung, dan syukurlah, bangunannya bagus serta sesuai dengan keinginan warga,” ujarnya.
Bagaimana jika ada warga lain yang ingin mendapatkan perbaikan RTLH? Gus Fawait menjelaskan, untuk syarat teknis pendaftaran program tahun ini, masyarakat bisa langsung berkoordinasi melalui pihak teknis di dinas terkait,” tegasnya.
Memang, dengan masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Jember, menjadi perhatian serius Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Fawait. Tidak hanya memastikan warga miskin benar-benar mendapatkan bantuan, juga berupaya keras menurunkan angka kemiskinan secara terus menerus.
Kendati angka kemiskinan Jember telah turun cukup signifikan di bawah kepemimpinan Bupati Fawait, namun tidak membuat puas Bupati Fawait. Bahkan, Bupati Fawait bakal mengajak kalangan BUMN seperti PTPN dan Perhutani untuk bersama-sama mengurangi angka kemiskinan. Terutama untuk warga miskin yang tinggal di sekitar kebun maupun pinggir hutan.





















