Daerah

Stok Beras SPHP di Pasar Kepanjen Masih Melimpah, Pemerintah Waspadai Gejolak Harga Pangan

10
×

Stok Beras SPHP di Pasar Kepanjen Masih Melimpah, Pemerintah Waspadai Gejolak Harga Pangan

Share this article
Stok Beras SPHP di Pasar Kepanjen Masih Melimpah, Pemerintah Waspadai Gejolak Harga Pangan
Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Hamid Sangadji bersama Satgas Pangan Polres Malang saat melakukan pemantauan di Pasar Kepanjen.(Foto:sudutkota.id/istimewa)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Ketersediaan beras murah di Pasar Kepanjen, Kabupaten Malang, masih menjadi salah satu penyangga untuk menjaga daya beli masyarakat.

Hasil pemantauan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgas Pangan Polres Malang, pada Jumat (4/9/2026), menunjukkan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) masih tersedia dalam jumlah cukup.

Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan beras sekaligus perkembangan harga di tingkat pasar tetap terkendali. Dari dua titik pedagang yang diperiksa, beras SPHP masih ditemukan dengan stok yang dinilai mencukupi kebutuhan masyarakat.

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Hamid Sangadji, mengatakan kondisi tersebut menjadi indikator bahwa distribusi beras program pemerintah masih berjalan dengan baik.

Menurutnya, beras SPHP kemasan lima kilogram di Pasar Kepanjen dijual Rp60.000 per sak. Harga tersebut setara dengan Rp12.500 per kilogram.

“Dari dua titik yang kita kunjungi di Pasar Kepanjen, stoknya masih tetap tersedia dan sangat cukup banyak. Artinya, potensi keresahan masyarakat bisa terminimalisir dengan adanya ketersediaan di sini,” kata Hamid.

Ia menegaskan, keberadaan beras SPHP tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara pasokan dan harga pangan.

Karena itu, pemantauan di tingkat pasar dinilai penting untuk mengetahui apakah distribusi beras bersubsidi tersebut berjalan sesuai ketentuan sekaligus memastikan harga tidak melampaui batas yang telah ditetapkan.

Meski kondisi beras SPHP dinilai aman, Bapanas belum dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai harga dan ketersediaan beras premium di Pasar Kepanjen. Komoditas tersebut belum ditemukan secara memadai pada titik yang menjadi lokasi pemantauan.

“Beras premium belum kelihatan, sehingga kita belum bisa memberikan informasi terkait dengan kondisi beras premium di pasar ini,” ujar Hamid.

Perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada beras. Secara keseluruhan, terdapat 11 komoditas pangan pokok yang menjadi objek pemantauan untuk menjaga stabilitas harga di masyarakat.

Sejumlah komoditas lain, termasuk daging ayam dan telur, turut menjadi perhatian menyusul adanya kecenderungan kenaikan harga.

Bapanas menyatakan belum akan terburu-buru mengambil kebijakan sebelum mengetahui faktor yang mendorong kenaikan harga tersebut. Pemerintah masih melakukan penelusuran untuk memastikan apakah perubahan harga dipengaruhi kondisi pasokan, distribusi, maupun faktor lainnya.

Hamid mengatakan kemungkinan penyesuaian kebijakan, termasuk terkait Harga Eceran Tertinggi (HET), masih menunggu hasil evaluasi dan keputusan pemerintah.

“Pemerintah akan melihat kondisi ini terjadi karena apa, penyebabnya apa. Apakah nanti perlu melakukan penyesuaian kembali terhadap HET, tentunya menunggu kebijakan lebih lanjut,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *