BLORA, Sudutkota.id – Dua awak pesawat aerosport jenis fixed-wing Sky Ranger yang jatuh dan terbakar di area persawahan Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (6/9/2026), mendapat perawatan di Puskesmas Ngawen sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.
Perawat jaga Puskesmas Ngawen, Candra, mengatakan kedua awak pesawat tiba di Puskesmas Ngawen sekitar pukul 13.35 WIB setelah dievakuasi dari lokasi kejadian.
Keduanya langsung mendapatkan penanganan medis setelah dievakuasi menggunakan mobil pemadam kebakaran (damkar) dan ambulans.
“Kondisi kedua pasien membaik. Tidak ada luka serius dan kondisinya aman. Hanya kelingking tangan sebelah kanan mengalami luka lecet ringan,” kata Candra di Blora, Minggu.
Menurut Candra, kedua awak pesawat yang diketahui merupakan pilot dan kopilot tersebut menjalani perawatan di Puskesmas Ngawen selama kurang lebih tiga jam.
Sekitar pukul 16.45 WIB, keduanya kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, menggunakan ambulans untuk menjalani pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Sebelumnya, pesawat aerosport jenis fixed-wing Sky Ranger jatuh dan terbakar di area persawahan Desa Sarimulyo, Kecamatan Ngawen, sekitar pukul 12.10 WIB.
Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin mengatakan pesawat tersebut mengalami gangguan mesin saat melakukan penerbangan dari Pangandaran, Jawa Barat, menuju Malang, Jawa Timur.
“Pesawat mengalami gangguan dalam penerbangan sehingga melakukan pendaratan darurat di lahan persawahan,” katanya.
Sebelum melanjutkan penerbangan menuju Malang, pesawat tersebut sempat mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, untuk mengisi bahan bakar.
Setelah kembali mengudara, pesawat mengalami kendala mesin ketika melintas di wilayah Kabupaten Blora. Pilot kemudian berupaya melakukan pendaratan darurat di area persawahan.
Namun, pesawat jatuh dan terbakar setelah melakukan pendaratan darurat tersebut.
Dua awak pesawat, yakni pilot Dhoni Vasmin A (39) dan kopilot Ignatius Andreas (31), berhasil menyelamatkan diri sebelum pesawat terbakar. Keduanya selamat dengan mengalami luka ringan.
Sementara itu, pesawat mengalami kerusakan berat akibat benturan dan kebakaran. Badan pesawat dalam kondisi ringsek dan hangus sehingga sebagian besar hanya menyisakan puing-puing di lokasi kejadian.
Polisi bersama instansi terkait masih melakukan pengamanan dan pemeriksaan di lokasi kecelakaan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.
Petugas Inafis Polres Blora juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi dan memasang garis polisi.
Zaenul menegaskan pesawat tersebut merupakan pesawat aerosport dan bukan pesawat militer.
“Penerbangan dilakukan dalam rangka latihan dan pengecekan kondisi armada menjelang kegiatan pertunjukan udara atau air show,” ujarnya.
Pesawat aerosport tersebut berada di bawah naungan Federasi Aerosport Indonesia (FASI).
Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti gangguan mesin yang membuat pesawat harus melakukan pendaratan darurat hingga akhirnya jatuh dan terbakar di area persawahan Desa Sarimulyo, Blora.





















