Daerah

Retakan Jembatan Bareng Disorot, DPUPRPKP Kota Malang Pastikan Aman

7
×

Retakan Jembatan Bareng Disorot, DPUPRPKP Kota Malang Pastikan Aman

Share this article
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto. (Foto: Sudutkota.id/MIT)

Sudutkota.id – Kondisi retaknya Jembatan Bareng di Kota Malang menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat. Infrastruktur yang menjadi salah satu jalur penghubung penting itu dilaporkan mengalami keretakan di sejumlah titik, terutama pada bagian sisi dan elemen pendukung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menegaskan bahwa secara keseluruhan kondisi jembatan masih dalam batas aman dan belum memerlukan pembongkaran total.

“Kalau secara konstruksi masih kuat, jadi tidak sampai harus dibongkar. Tapi memang ada bagian yang perlu kita tangani,” ujar Dandung, Senin (20/4).

Ia menjelaskan, keretakan yang terlihat bukan terjadi pada struktur utama penopang jembatan, melainkan lebih banyak ditemukan pada bagian samping dan elemen penguat. Meski tidak membahayakan secara langsung, kondisi tersebut tetap membutuhkan penanganan cepat agar tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.

Menurutnya, faktor usia bangunan menjadi salah satu penyebab utama munculnya retakan. Selain itu, beban kendaraan yang terus melintas setiap hari, ditambah kondisi lingkungan sekitar seperti aliran air di bawah maupun di sisi jembatan, ikut mempercepat penurunan kualitas konstruksi.

“Di samping-samping itu memang ada yang perlu diperkuat. Termasuk kita lihat juga pengaruh saluran air di sekitar jembatan, karena itu juga bisa berdampak,” jelasnya.

Dandung mengungkapkan, pihaknya telah menerima sejumlah laporan dari warga terkait kondisi tersebut. Bahkan, beberapa warga sempat mengkhawatirkan adanya potensi kerusakan yang lebih parah jika tidak segera ditangani.

Menindaklanjuti hal itu, DPUPRPKP telah menyiapkan langkah teknis berupa penguatan pada bagian yang mengalami retakan. Penanganan akan difokuskan pada sisi jembatan serta elemen pendukung lainnya, tanpa harus menghentikan total aktivitas lalu lintas.

“Kita tidak bongkar total, tapi kita lakukan penguatan di titik-titik yang mengalami retak. Itu yang akan segera kita kerjakan,” tegasnya.

Selain perbaikan fisik, DPUPRPKP juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan, termasuk sistem pondasi, struktur penyangga, hingga kondisi tanah di sekitar lokasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada potensi masalah lain yang tersembunyi.

Di sisi lain, kemungkinan pengaturan lalu lintas sementara juga akan dipertimbangkan selama proses perbaikan berlangsung, terutama untuk mengurangi beban berlebih pada jembatan.

Pemerintah Kota Malang mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Hingga saat ini, Jembatan Bareng masih dinyatakan layak dilalui kendaraan.

“Yang penting masyarakat tetap hati-hati, terutama kendaraan berat. Kami pastikan penanganan dilakukan secepatnya,” pungkas Dandung.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *