Daerah

Perubahan Iklim Ancam Pertanian, Pemkab Jombang Tambah Kuota AUTP 2026

3
×

Perubahan Iklim Ancam Pertanian, Pemkab Jombang Tambah Kuota AUTP 2026

Share this article
Lahan pertanian di Kabupaten Jombang. (Foto: Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

Sudutkota.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Jawa Timur, menambah kuota Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) pada 2026 sebagai upaya memperkuat perlindungan bagi petani dari risiko gagal panen akibat banjir, kekeringan, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).

Program ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan usaha tani di tengah dampak perubahan iklim yang semakin tidak menentu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, mengatakan bantuan premi AUTP merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mengurangi kerugian yang dialami petani ketika terjadi bencana maupun serangan hama dan penyakit tanaman.

“Dengan adanya dampak perubahan iklim, potensi gangguan pada tanaman semakin meningkat, baik karena hama penyakit maupun banjir dan kekeringan. Bantuan premi AUTP kepada petani merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mengurangi risiko kerugian akibat gagal panen,” kata Rony, Rabu (1/7/2026).

Pada 2026, klaim AUTP telah dicairkan kepada 45 petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Jatirowo di Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso. Klaim diberikan karena lahan pertanian seluas 29,77 hektare terdampak banjir dengan total nilai ganti rugi mencapai Rp178,62 juta.

“Terjadi klaim AUTP di Kecamatan Ploso tepatnya di Desa Jatigedong, Poktan Jatirowo akibat bencana banjir,” ujarnya.

Untuk memperluas cakupan perlindungan, Dinas Pertanian Jombang mengalokasikan premi AUTP bagi lahan seluas 800 hektare pada tahun ini. Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan tambahan kuota seluas 500 hektare kepada Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.

Data Dinas Pertanian mencatat hingga musim tanam 2025-2026 terdapat 1.843 petani yang menjadi peserta AUTP dengan total luas lahan mencapai 973,27 hektare. Kecamatan Kesamben menjadi wilayah dengan peserta terbanyak, yakni 614 petani yang mengasuransikan lahan seluas 359,95 hektare.

Selain memperluas program Asuransi Usaha Tani Padi, Pemkab Jombang juga menyalurkan bantuan benih padi kepada petani yang terdampak bencana alam maupun serangan organisme pengganggu tanaman.

“Bantuan benih padi juga merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang kepada petani yang terdampak bencana, baik karena serangan organisme pengganggu tanaman, banjir maupun kekeringan,” tutur Rony.

Pada tahun anggaran 2026, bantuan benih padi disalurkan kepada lima kelompok tani di Kecamatan Ngusikan dan Sumobito. Bantuan tersebut mencakup lahan seluas 120 hektare dengan total benih yang disalurkan mencapai 3.000 kilogram.

Rony berharap program AUTP dan bantuan benih dapat membantu petani bangkit lebih cepat setelah terdampak bencana, sekaligus menjaga produktivitas pertanian di Kabupaten Jombang.

“Melalui program AUTP dan bantuan benih tersebut, pemerintah berharap petani tetap mampu melanjutkan usaha tani meskipun mengalami kerugian akibat bencana maupun perubahan iklim yang semakin sulit diprediksi,” pungkasnya.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *