Daerah

Pasar Besar Malang Bakal Dicek Pekan Depan, Kebocoran hingga Tembok Retak Jadi Sorotan

4
×

Pasar Besar Malang Bakal Dicek Pekan Depan, Kebocoran hingga Tembok Retak Jadi Sorotan

Share this article
Pasar Besar Malang Bakal Dicek Pekan Depan, Kebocoran hingga Tembok Retak Jadi Sorotan
Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi atau Eko Syah, saat menjelaskan rencana pengecekan dan perbaikan fasilitas Pasar Besar Malang.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Kondisi infrastruktur Pasar Besar Malang menjadi perhatian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang.

Kebocoran bangunan, instalasi listrik, drainase, hingga tembok yang diduga mengalami keretakan masuk dalam daftar persoalan yang akan diperiksa langsung di lapangan.

Pemerintah menargetkan pendataan persoalan pasar rampung pekan ini, sebelum dilanjutkan dengan pengecekan lapangan pada pekan depan. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan prioritas perbaikan, terutama terhadap kerusakan yang membutuhkan penanganan mendesak.

Kepala Diskopindag Kota Malang, Eko Sri Yuliadi atau akrab disapa Eko Syah, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan paguyuban pedagang untuk mengidentifikasi berbagai persoalan di Pasar Besar.

“Untuk Pasar Besar, kemarin kami sudah berkoordinasi dengan pihak paguyuban. Saya juga sudah memerintahkan kepala pasar beserta stafnya untuk menginventarisasi, mengidentifikasi, dan mendata poin-poin yang sudah kami diskusikan dengan paguyuban,” ujar Eko Syah saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan, pengecekan mendatang akan difokuskan pada lantai satu, lantai dua, serta sejumlah titik yang dinilai membutuhkan perhatian khusus. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi fasilitas dan bangunan yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas perdagangan.

“Fokusnya nanti lantai satu, kemudian lantai dua, dan titik-titik yang memang menjadi perhatian untuk perbaikan. Salah satunya kebocoran, kemudian listrik dan drainase,” jelasnya.

Selain persoalan kebocoran dan utilitas, kondisi tembok pasar yang berpotensi mengalami keretakan juga akan menjadi perhatian. Diskopindag berencana menindaklanjuti temuan kerusakan tersebut secepatnya, dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan di lapangan.

“Masalah di sana salah satunya melihat tembok-tembok pasar yang mungkin retak. Itu nanti akan kami eksekusi secepatnya,” tegasnya.

Eko Syah memperkirakan perbaikan yang bersifat mendesak dapat dilaksanakan tahun ini. Namun, jenis pekerjaan yang akan dilakukan tetap menyesuaikan hasil identifikasi dan tingkat kebutuhan penanganan.

Terkait pembiayaan, Eko Syah menyampaikan bahwa perbaikan awal direncanakan menggunakan skema mandiri melalui kerja sama antara pedagang dan pemerintah. Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian meliputi perbaikan instalasi listrik, drainase, kebersihan, serta keamanan pasar.

“Untuk perbaikannya sekarang mandiri. Jadi, untuk listrik, drainase, kebersihan, dan keamanan, rencananya dilakukan secara mandiri. Mandiri dari pedagang dan kami akan bekerja sama,” ungkapnya.

Sementara itu, kebutuhan anggaran untuk tahap berikutnya akan diajukan kepada Wali Kota Malang. Dengan demikian, pembiayaan lanjutan masih memerlukan pembahasan lebih lanjut sesuai kebutuhan perbaikan yang ditemukan di lapangan.

Skema tersebut menjadi bagian dari langkah awal penanganan Pasar Besar. Namun, pelaksanaan perbaikan tetap perlu didasarkan pada hasil pengecekan agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan kondisi riil bangunan dan kebutuhan pedagang.

Selain perbaikan fisik, Diskopindag juga membahas penataan aktivitas perdagangan bersama P3BM dan HIPAMA. Pembahasan jangka pendek mencakup perbaikan fasilitas serta penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang menjadi salah satu perhatian dalam pengelolaan pasar.

Eko Syah mengatakan, pihaknya bersama kedua pihak tersebut telah menyepakati perlunya penyelesaian berbagai persoalan yang dapat ditangani dalam waktu dekat. Adapun arah penanganan jangka panjang masih akan dibicarakan lebih lanjut.

“Untuk jangka pendek, kami sepakat menyelesaikan permasalahan yang ada, mulai dari perbaikan sampai penataan, salah satunya penertiban PKL. Untuk jangka panjang, tentu kami akan terus berbicara dan berkomunikasi mengenai kelanjutan Pasar Besar Malang,” jelasnya.

Menurut dia, pembenahan jangka pendek perlu berjalan beriringan dengan pembahasan mengenai masa depan Pasar Besar. Pemerintah belum menetapkan apakah penanganan jangka panjang akan berupa renovasi menyeluruh, pembangunan kembali, atau bentuk penataan lainnya.

Eko Syah menegaskan, keputusan tersebut harus mempertimbangkan kajian teknis para ahli dan pendapat masyarakat agar arah kebijakan memiliki dasar yang jelas.

“Kalau jangka panjang, kami akan berpedoman pada dasar teknis dari para ahli, juga pendapat masyarakat, terkait kondisi Pasar Besar ini mau diapakan,” terangnya.

Ia berharap pemerintah, pedagang, dan pihak terkait memiliki pemahaman serta visi yang sama untuk memperbaiki kondisi Pasar Besar Malang ke depan.

Pengecekan lapangan pekan depan pun menjadi tahapan penting untuk memetakan persoalan yang harus segera ditangani. Publik dan pedagang kini menantikan tindak lanjut konkret, mulai dari kepastian prioritas perbaikan, pelaksanaan penanganan kerusakan, hingga kejelasan rencana jangka panjang pasar tersebut.

“Secara umum, mudah-mudahan kita mempunyai pemahaman dan visi yang sama bahwa Pasar Besar akan dilakukan suatu kegiatan yang intinya menuju ke depan lebih baik,” pungkas Eko Syah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *