Peristiwa

Mahasiswa BEM UI Diserang, Komisi III Desak Polisi Ungkap Pelaku dan Motif

15
×

Mahasiswa BEM UI Diserang, Komisi III Desak Polisi Ungkap Pelaku dan Motif

Share this article
Mahasiswa BEM UI Diserang, Komisi III Desak Polisi Ungkap Pelaku dan Motif
Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, M. Nasir Djamil saat memberikan keterangan terkait penyerangan terhadap Koordinator Bidang Sosial dan Politik BEM UI Hafidz Hernanda, Jakarta.(Sudutkota.id/Dok. Fraksi PKS)

JAKARTA, Sudutkota.id – Penyerangan terhadap Koordinator Bidang Sosial dan Politik Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Hafidz Hernanda tidak cukup berhenti pada pencarian pelaku.

Motif di balik serangan terhadap mahasiswa yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan itu juga perlu diungkap agar perkara tidak menyisakan spekulasi.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, M. Nasir Djamil mendesak kepolisian segera mengusut penyerangan yang diduga dilakukan orang tak dikenal (OTK) di Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (4/10/2026). Hafidz disebut diserang saat mengendarai sepeda motor hingga terjatuh dan kemudian mengalami dugaan penganiayaan.

“Penyerangan secara fisik kepada mahasiswa adalah bentuk teror yang nyata dan harus diungkap agar motif pemukulan itu dapat diketahui. Apa pun alasannya, penyerangan dan pemukulan terhadap mahasiswa tidak dibenarkan dan pelakunya layak mendapat hukuman,” tegas Nasir, Selasa (6/10/2026).

Menurut Nasir, polisi perlu memastikan apakah penyerangan tersebut merupakan tindak kriminal biasa atau terdapat latar belakang lain. Kejelasan motif penting karena korban merupakan mahasiswa yang aktif dalam kegiatan organisasi dan kasusnya berpotensi menimbulkan berbagai dugaan di tengah masyarakat.

Untuk mengungkapnya, Nasir meminta penyidik memaksimalkan petunjuk di sekitar lokasi kejadian, mulai dari rekaman kamera pengawas (CCTV), keterangan saksi, hingga bukti lain yang dapat mengarah pada identitas pelaku.

“Kami yakin polisi akan menemukan pelakunya. Semoga di lokasi kejadian terdapat kamera pengawas (CCTV) sehingga bisa menjadi petunjuk bagi polisi untuk menemukan pelaku,” ujarnya.

Nasir juga meminta proses pengungkapan dilakukan secara cepat dan transparan agar korban dan keluarganya memperoleh kepastian hukum. Pada saat yang sama, penanganan perkara diperlukan untuk menjaga rasa aman mahasiswa dalam menjalankan aktivitas akademik maupun organisasi.

Kasus tersebut, menurut Nasir, jangan berhenti hanya karena pelaku belum segera ditemukan. Kepolisian perlu menuntaskan perkara hingga jelas siapa yang melakukan penyerangan dan apa motifnya, sehingga tidak ada ruang bagi kekerasan atau intimidasi terhadap mahasiswa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *