Internasional

Indonesia-Rusia Dorong Kerja Sama Konkret, dari Pendidikan hingga Teknologi Nuklir

10
×

Indonesia-Rusia Dorong Kerja Sama Konkret, dari Pendidikan hingga Teknologi Nuklir

Share this article
Indonesia-Rusia Dorong Kerja Sama Konkret, dari Pendidikan hingga Teknologi Nuklir
Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin bersama Senator Federasi Rusia, Ilyas Umakhanov saat membahas penguatan kerja sama Indonesia-Rusia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.(Foto:sudutkota.id/dok. DPD RI)

JAKARTA, Sudutkota.id – Kerja sama Indonesia dan Rusia tidak lagi diarahkan sebatas hubungan diplomatik antar parlemen. Sejumlah sektor strategis mulai dibidik untuk diterjemahkan menjadi program konkret, mulai dari pendidikan dan kebudayaan hingga perkeretaapian, teknologi nuklir, dan penerbangan.

Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin mengatakan tindak lanjut kerja sama kedua negara perlu segera diarahkan pada program yang dapat dirasakan manfaatnya. Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan Senator Federasi Rusia Ilyas Umakhanov di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut kunjungan Sultan bersama delegasi DPD RI ke Rusia pada April 2026 yang menghasilkan memorandum kerja sama. Sultan mengatakan sejumlah kesepakatan yang telah dibuat perlu diterjemahkan melalui komite-komite terkait agar tidak berhenti sebagai dokumen diplomatik.

“Kami akan memfasilitasi kerja sama yang sudah disepakati dengan komite-komite terkait, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan,” ujar Sultan.

Pendidikan menjadi salah satu sektor yang dinilai memiliki peluang besar. Sultan menyebut Rusia termasuk negara yang diminati anak muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, kerja sama pendidikan dapat diperluas tidak hanya melalui akses studi, tetapi juga pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman.

Namun, peluang kerja sama tidak berhenti di sektor pendidikan. Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menyebut sejumlah bidang strategis yang dapat dikembangkan lebih lanjut, termasuk perkeretaapian, teknologi nuklir, dan teknologi penerbangan.

“Beberapa bidang yang bisa kita spesifikkan antara lain perkeretaapian, nuklir, dan teknologi penerbangan. Secara keseluruhan, kerja sama ini sudah pernah ditawarkan dan tinggal kita lihat bagaimana bentuk tindak lanjutnya,” ujar Tamsil.

Bagi Indonesia, sektor-sektor tersebut memiliki nilai strategis karena berkaitan dengan kebutuhan pembangunan, penguasaan teknologi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Karena itu, tindak lanjut kerja sama menjadi bagian penting agar peluang yang telah dibicarakan tidak berhenti pada tahap penjajakan.

Senator Federasi Rusia, Ilyas Umakhanov menyambut baik langkah tersebut. Ia menilai kunjungan Sultan ke Rusia pada April lalu telah membuka ruang kerja sama yang lebih luas setelah kedua pihak menandatangani memorandum yang mencakup sejumlah bidang.

“Kunjungan hari ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan yang sangat sukses dan produktif dari Bapak Ketua beserta delegasi ke Rusia pada April lalu,” kata Ilyas.

Sultan juga ingin kerja sama bilateral tersebut tidak hanya berpusat di tingkat pemerintah pusat. DPD RI akan mendorong daerah-daerah yang memiliki potensi untuk membangun kerja sama langsung dengan mitra di Rusia, termasuk melalui skema sister city yang telah terjalin antara sejumlah kota di kedua negara.

“Kami juga akan mengusulkan daerah-daerah yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam kerja sama dengan Rusia,” ujarnya.

Dengan sejumlah sektor yang mulai dipetakan, DPD RI menilai tantangan berikutnya adalah memastikan kesepakatan Indonesia-Rusia memiliki bentuk program yang jelas, mitra yang konkret, serta manfaat yang dapat diukur.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertukaran kunjungan dan penandatanganan memorandum, tetapi menghasilkan proyek dan pertukaran pengetahuan yang memberi dampak bagi masyarakat dan daerah.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *