Sudutkota.id – Lume Carbon menegaskan komitmennya mendukung pengembangan ekonomi biru melalui proyek restorasi ekosistem pesisir yang dipadukan dengan inovasi teknologi.
Perusahaan menilai pendekatan tersebut menjadi strategi untuk memperkuat ketahanan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Komitmen itu disampaikan President Director Lume Carbon, Rio Fafen Ciptaswara, saat menjadi pembicara dalam International Blue Economy Expo and Summit (IBEES) 2026 di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Rio mengungkapkan Lume Carbon tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengembangkan proyek blue carbon melalui restorasi hutan mangrove dan padang lamun yang akan diintegrasikan dengan skema perdagangan kredit karbon.
“Kami ingin membangun ekosistem blue carbon yang tidak hanya berorientasi pada konservasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi melalui mekanisme perdagangan kredit karbon,” ujar Rio.
Menurutnya, pelestarian mangrove dan lamun harus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan ketahanan pesisir terhadap perubahan iklim sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain restorasi ekosistem, Lume Carbon juga mengembangkan teknologi pengolahan air, seperti greywater treatment, brackish water reverse osmosis, dan seawater reverse osmosis. Teknologi tersebut diproyeksikan memperluas akses air bersih bagi masyarakat pesisir, terutama di kawasan 3T.
“Kami percaya solusi berbasis alam perlu berjalan beriringan dengan inovasi teknologi. Karena itu, pengembangan teknologi air bersih menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat pesisir,” katanya.
Rio menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga riset, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam mempercepat implementasi ekonomi biru di Indonesia.
“Tidak ada satu pihak yang bisa bekerja sendiri. Pengembangan ekonomi biru membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem laut,” tegasnya.
Forum IBEES 2026 menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor maritim, lingkungan, akademisi, dan dunia usaha untuk membahas penguatan ketahanan iklim, konservasi ekosistem pesisir, serta pengembangan solusi berbasis alam dan teknologi dalam mendukung ekonomi biru yang berkelanjutan.
Melalui partisipasi dalam forum tersebut, Lume Carbon berharap pengembangan proyek blue carbon dan inovasi teknologi yang dijalankan dapat berkontribusi terhadap perlindungan ekosistem laut, peningkatan akses air bersih, serta penciptaan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia.




















