Politik

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Konsolidasi, PDIP Kota Malang Serukan Persatuan dan Politik Kerakyatan

29
×

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Konsolidasi, PDIP Kota Malang Serukan Persatuan dan Politik Kerakyatan

Share this article
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Konsolidasi, PDIP Kota Malang Serukan Persatuan dan Politik Kerakyatan
Pengurus, kader, dan anggota Fraksi PDI Perjuangan Kota Malang mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Senin (1/6/2026).(foto:sudutkota.id/mit)

Sudutkota.id – Semangat nasionalisme dan nilai-nilai kebangsaan menggema di halaman Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Senin (1/6/2026).

Ratusan kader, pengurus partai, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang, badan dan sayap partai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar secara khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya ideologi bangsa Indonesia.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, mulai dari polarisasi sosial, derasnya arus informasi digital, hingga dinamika global yang terus berkembang, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial.

Momentum tersebut dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi kader sekaligus peneguhan komitmen untuk menjaga persatuan bangsa dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

Upacara berlangsung tertib dengan diikuti seluruh struktur partai dari tingkat DPC, PAC, ranting hingga anak ranting. Bendera Merah Putih berkibar di tengah suasana penuh semangat kebangsaan yang mencerminkan tekad kader partai untuk terus menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Dalam amanatnya, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Ahmad Wanedi menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan panduan moral dan politik yang harus menjadi pijakan dalam setiap kebijakan maupun tindakan seluruh anak bangsa.

Menurutnya, tantangan bangsa saat ini semakin kompleks. Karena itu, semangat musyawarah, mufakat, gotong royong dan toleransi harus terus dijaga agar Indonesia tetap kokoh menghadapi berbagai perubahan zaman.

“Di tengah era globalisasi saat ini, masyarakat dihadapkan pada berbagai perbedaan pandangan dan kepentingan. Pancasila mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun bangsa yang lebih maju. Nilai musyawarah dan mufakat harus terus dijunjung tinggi dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Wanedi.

Ia menambahkan bahwa seluruh kader PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harmonisasi kehidupan berbangsa. Menurutnya, semangat persatuan harus terus dirawat agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang besar dan disegani dunia.

“Kita harus terus menegakkan nilai-nilai dan filosofi jati diri bangsa Indonesia yang telah diwariskan para pendiri bangsa. Persatuan harus menjadi kekuatan utama kita. Jangan sampai perbedaan justru dimanfaatkan untuk memecah belah masyarakat,” tegasnya.

Wanedi juga mengingatkan bahwa perjuangan politik sejatinya bukan semata-mata soal kekuasaan, melainkan bagaimana menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat dan menjaga cita-cita kemerdekaan sebagaimana tertuang dalam Pancasila.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Malang dari Komisi C, Sony Rudiwiyanto, menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan agenda wajib yang selalu dilaksanakan oleh seluruh struktur partai sebagai bentuk penghormatan terhadap lahirnya ideologi bangsa.

Menurutnya, Pancasila merupakan roh perjuangan yang tidak bisa dipisahkan dari PDI Perjuangan. Karena itu, seluruh kader memiliki kewajiban untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

“Setiap tanggal 1 Juni, kami selalu melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila. Ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi bentuk pengingat bahwa seluruh perjuangan politik harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Inti dari Pancasila adalah gotong royong, keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh rakyat,” kata Sony.

Ia menegaskan bahwa anggota legislatif dari PDI Perjuangan harus mampu menjadi jembatan aspirasi masyarakat. Setiap kebijakan yang diperjuangkan harus lahir dari kebutuhan rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu.

“Kami di DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan suara masyarakat benar-benar terwakili. Apapun kebijakan yang diperjuangkan harus berangkat dari aspirasi rakyat. Tujuannya agar pembangunan bisa dirasakan seluruh warga Kota Malang tanpa terkecuali,” ujarnya.

Sony juga menilai bahwa nilai gotong royong yang menjadi salah satu ruh Pancasila sangat relevan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat saat ini. Dengan semangat kebersamaan, pemerintah dan masyarakat dapat bergerak bersama dalam membangun daerah.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang tersebut ditutup dengan doa bersama dan seruan agar seluruh kader terus menjaga soliditas partai sekaligus menjadi pelopor dalam merawat persatuan bangsa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *