JOMBANG, Sudutkota.id – Polres Jombang bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana dan Gelar Sarana Prasarana Tahun 2026 di Lapangan Mapolres Jombang.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) yang diperkirakan meningkat saat puncak musim kemarau.
Apel dipimpin Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, S.H., S.I.K., CPHR, didampingi Wakil Bupati Jombang KH Salmanudin dan Dansat Radar 405 Ploso Letkol Lek Bayu Ardiansyah.
Kegiatan diikuti personel TNI-Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), organisasi kemasyarakatan, relawan, serta sejumlah instansi terkait.
Kehadiran seluruh unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan sekaligus membangun sinergi lintas sektor menghadapi berbagai potensi bencana di Kabupaten Jombang selama musim kemarau 2026.
Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan menegaskan kesiapsiagaan seluruh personel dan pemangku kepentingan harus terus ditingkatkan sebagai langkah antisipasi menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya kebakaran lahan dan kekeringan.
“Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui sinergi seluruh elemen, kami berharap potensi bencana kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini sehingga dampaknya terhadap masyarakat bisa diminimalkan,” tegas AKBP Ardi Kurniawan, Jum’at (7/8/2026).
Menurutnya, meski segala sesuatu merupakan kehendak Allah SWT, seluruh pihak tetap wajib melakukan upaya pencegahan dan antisipasi secara maksimal.
“Kita harus terus meningkatkan kewaspadaan dan belajar dari pengalaman penanganan bencana pada tahun-tahun sebelumnya. Jangan sampai lengah, karena pencegahan jauh lebih baik daripada penanganan ketika bencana sudah terjadi,” ujarnya.
Kapolres menyampaikan lima poin penting sebagai pedoman menghadapi musim kemarau. Pertama, menjadikan apel kesiapsiagaan sebagai momentum meningkatkan kewaspadaan sekaligus memastikan seluruh personel menjalankan tugas dan tanggung jawab secara optimal.
Kedua, seluruh elemen masyarakat diajak meningkatkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan. Sosialisasi pencegahan kebakaran diminta terus dilakukan hingga tingkat RT, RW, desa, termasuk kepada pemilik maupun pengelola lahan agar setiap kemunculan titik api dapat segera dilaporkan dan ditangani sebelum meluas.
Ketiga, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, pekarangan, maupun kebun selama musim kemarau.
“Saya mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Sedikit saja kelalaian dapat memicu kebakaran yang meluas, apalagi di tengah kondisi cuaca yang kering dan berangin,” kata Kapolres.
Keempat, Kapolres menekankan pentingnya memperkuat koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antarlembaga.
Menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu instansi, melainkan membutuhkan sinergi antara Polri, TNI, Pemkab Jombang, BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah desa, relawan, hingga seluruh elemen masyarakat.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan kendaraan operasional, perlengkapan, serta berbagai sarana dan prasarana penanggulangan bencana. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh peralatan berada dalam kondisi prima dan siap digunakan sewaktu-waktu saat terjadi keadaan darurat.
Kapolres berharap seluruh unsur tetap menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi musim kemarau.
“Semoga seluruh ikhtiar yang kita lakukan mendapat ridha Allah SWT. Dengan kesiapan personel, sarana prasarana, dan kerja sama semua pihak, kita berharap Kabupaten Jombang tetap aman dan terhindar dari berbagai bencana,” pungkasnya.




















