Sudutkota.id – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan kayu sebetan di Dusun Kasin, Desa Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (30/7/2026) sore.
Kobaran api yang dengan cepat membesar membuat warga sekitar panik, sementara petugas Pemadam Kebakaran harus bekerja keras menjinakkan api yang terus menghanguskan tumpukan kayu.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Material kayu sebetan yang mudah terbakar diduga membuat api dengan cepat merambat ke seluruh area gudang. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan, disertai suara letupan dari tumpukan kayu yang masih terbakar.
Hingga sekitar pukul 18.00 WIB, kobaran api masih belum sepenuhnya dapat dipadamkan. Sejumlah armada Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang terus melakukan penyemprotan dan upaya pendinginan agar api tidak merembet ke bangunan maupun lahan di sekitar lokasi.
Rohma (22), menantu pemilik gudang, Rofii (46), menuturkan bahwa kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang warga yang melintas memberi tahu adanya api di area gudang.
“Awalnya para pekerja sedang berkumpul di warung. Ada seorang ibu yang lewat hendak mengantar anaknya mengaji memberi tahu kalau ada api di gudang,” ujarnya.
Mendengar informasi tersebut, para pekerja langsung bergegas menuju lokasi dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, kobaran api terus membesar sehingga upaya awal tidak berhasil.
Menurut Rohma, berdasarkan keterangan para pekerja, sebelum kejadian tidak ada aktivitas pembakaran sampah di sekitar gudang. Sementara itu, kondisi angin yang cukup kencang diduga mempercepat penyebaran api ke tumpukan kayu lainnya.
Melihat situasi semakin sulit dikendalikan, pihak keluarga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang. Tak lama kemudian, sejumlah unit mobil pemadam tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Meski petugas telah berjibaku selama beberapa jam, bara api masih terlihat di sejumlah titik hingga petang. Besarnya volume kayu yang tersimpan di gudang menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman sehingga petugas harus melakukan penyiraman secara intensif.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun besarnya kerugian yang ditimbulkan. Aparat diperkirakan akan melakukan penyelidikan setelah proses pemadaman dan pendinginan benar-benar selesai.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemadam Kebakaran Kabupaten Malang maupun Kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kebakaran, jumlah kerugian, maupun hasil identifikasi di lokasi kejadian.




















