KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Dua peristiwa kebakaran melanda Kabupaten Malang dalam rentang waktu Kamis (8/10/2026) malam hingga Jumat (9/10/2026) dini hari.
Kebakaran tersebut menghanguskan kandang sapi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, dan kandang ayam di Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare. Total kerugian material dari kedua kejadian itu ditaksir mencapai sekitar Rp210 juta.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Jumat (9/10/2026), menjelaskan bahwa kebakaran pertama terjadi di Jalan Punden Gang 1, RT 19/RW 03, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, pada Kamis (8/10/2026) malam.
“Laporan kebakaran kandang sapi kami terima sekitar pukul 21.23 WIB. Setelah menerima laporan, petugas segera mempersiapkan keberangkatan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 21.40 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 22.20 WIB,” jelas Win.
Berdasarkan kronologi dalam laporan petugas, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di dekat kandang sapi. Api kemudian menjalar hingga membakar kandang milik Nanda Lahuri (29), warga Desa Jatikerto.
Win menjelaskan, objek yang terbakar memiliki luas sekitar 80 meter persegi. Dampak kejadian tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian material sekitar Rp10 juta.
“Untuk penanganan kebakaran di Jatikerto, kami mengerahkan Regu 2 dengan dua unit kendaraan pemadam, yakni U4 dan U8, serta lima personel. Petugas melakukan pemadaman hingga api dinyatakan padam,” ungkap Win.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah di dekat kandang, rumah, maupun bangunan yang menyimpan material mudah terbakar. Api dari pembakaran sampah yang tidak diawasi berpotensi merambat dan menimbulkan kerugian lebih besar.
Belum berselang lama, kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Malang. Kali ini, kandang ayam milik Sukarman (57), di Dusun Sidodadi, RT 27/RW 05, Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, dilaporkan terbakar pada Kamis malam.
“Dalam kejadian di Arjosari, laporan kebakaran kami terima pada pukul 23.47 WIB. Unit pemadam diberangkatkan sekitar pukul 23.50 WIB dan tiba di lokasi pada Jumat dini hari pukul 00.20 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 01.15 WIB,” kata Win.
Menurut kronologi yang diterima petugas, pemilik kandang sedang tidur ketika mendengar suara ledakan dari arah kandang ayam. Setelah mengetahui kandangnya terbakar, Sukarman segera melaporkan kejadian tersebut kepada Damkar Kabupaten Malang.
Kandang ayam berukuran sekitar 21 x 4 meter itu diduga terbakar akibat korsleting listrik. Meski demikian, dugaan penyebab tersebut tetap perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut agar sumber api dapat diketahui secara akurat.
“Dalam penanganan kebakaran kandang ayam tersebut, kami mengerahkan empat unit kendaraan, yakni U4, U8, U7, dan U10, dengan total 11 personel dari Regu 2. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kembali ke markas sekitar pukul 02.30 WIB,” terang Win.
Kerugian material akibat kebakaran kandang ayam tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta. Nilai kerugian ini jauh lebih besar dibandingkan kebakaran kandang sapi di Jatikerto yang diperkirakan mencapai Rp10 juta.
Win menjelaskan, kedua kejadian tersebut menjadi perhatian dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran di Kabupaten Malang. Aktivitas pembakaran sampah di dekat bangunan serta dugaan gangguan instalasi listrik merupakan risiko yang perlu diantisipasi agar tidak memicu kebakaran.
“Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing. Pembakaran sampah sebaiknya tidak dilakukan di dekat bangunan atau kandang, sedangkan instalasi listrik perlu diperiksa secara berkala untuk mengurangi risiko korsleting,” tegas Win.
Ia juga mengingatkan pentingnya pelaporan segera ketika masyarakat mengetahui adanya kebakaran. Kecepatan informasi dapat membantu petugas menyiapkan armada dan personel untuk melakukan penanganan di lokasi.
“Upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Jangan menunggu sampai api membesar baru menyadari bahayanya. Kewaspadaan masyarakat, terutama terhadap sumber api dan instalasi listrik, sangat penting untuk menekan risiko kebakaran serta menghindari kerugian yang lebih besar,” pungkas Win.





















