Nasional

DIY Salurkan 6 Juta Liter Air Saat Kemarau, Gus Hilmy Desak Solusi Jangka Panjang

16
×

DIY Salurkan 6 Juta Liter Air Saat Kemarau, Gus Hilmy Desak Solusi Jangka Panjang

Share this article
DIY Salurkan 6 Juta Liter Air Saat Kemarau, Gus Hilmy Desak Solusi Jangka Panjang
Anggota DPD RI, Hilmy Muhammad mendorong solusi ketahanan air jangka panjang untuk mengatasi kekeringan dan menjamin pasokan air bagi masyarakat DIY.(Sudutkota.id/Staff)

JAKARTA, Sudutkota.id – Distribusi 6,043 juta liter air bersih selama musim kemarau menunjukkan tantangan ketahanan air di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Anggota DPD RI, Hilmy Muhammad, mendorong pemerintah pusat dan daerah memperkuat solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air tangki setiap tahun.

Dalam rapat kerja ketahanan air di Aula Gedung DPD RI DIY, Selasa (13/10/2026), Hilmy menyoroti penyaluran air bersih melalui 1.117 pengiriman tangki pada 4 Juli hingga 31 Agustus 2026 ke Gunungkidul, Bantul, Kulon Progo, dan Sleman.

“Air bukan hanya persoalan teknis dan infrastruktur, tetapi menyangkut hak dasar masyarakat, ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Hilmy, anggota Komite II DPD RI.

Ia menilai distribusi air tangki penting untuk penanganan darurat, tetapi harus disertai pembangunan tampungan air, sumur bor, konservasi mata air, serta jaringan air baku. Pemetaan desa yang berulang kali mengalami kekeringan juga diperlukan agar penanganan dapat dipersiapkan sebelum musim kemarau.

“Distribusi air tangki menjadi penting untuk penanganan darurat, tetapi tidak boleh menjadi solusi yang terus berulang setiap musim kemarau,” tegasnya.

Kerentanan kekeringan terlihat di Gunungkidul. Perwakilan DPUPRKP Gunungkidul, Sigit Swastono, menyebut 12 kapanewon berpotensi menghadapi krisis air pada musim kemarau 2026. Sekitar 359 telaga juga belum berfungsi optimal.

Sigit mendorong pengerukan telaga serta pengembangan sumur bor dan sistem penyediaan air minum desa untuk memperluas akses warga.

Sementara itu, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) memaparkan alokasi anggaran penanganan sumber daya air DIY sebesar Rp108,88 miliar, termasuk untuk pengendalian banjir, rehabilitasi irigasi, dan pembangunan sumur bor.

Ketersediaan air juga penting bagi pertanian dan pariwisata yang membutuhkan pasokan andal tanpa mengorbankan kebutuhan dasar masyarakat.

“Kita ingin pariwisata tumbuh, ekonomi masyarakat bergerak, tetapi hak masyarakat atas air bersih tetap terlindungi,” ujar Kepala Dinas Pariwisata DIY, Eling Priswanto.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *