Teknologi

Coding dan AI Jadi Kebutuhan Pendidikan, Acer Dorong Sekolah Siapkan Kompetensi Masa Depan

12
×

Coding dan AI Jadi Kebutuhan Pendidikan, Acer Dorong Sekolah Siapkan Kompetensi Masa Depan

Share this article
Coding dan AI Jadi Kebutuhan Pendidikan, Acer Dorong Sekolah Siapkan Kompetensi Masa Depan
Acer Edu Tech 2026 di Surabaya membahas penerapan coding dan kecerdasan artifisial dalam pendidikan.(Sudutkota.id/Humas)

JAKARTA, Sudutkota.id – Perubahan teknologi membuat sekolah tidak lagi cukup hanya mengajarkan siswa cara menggunakan perangkat digital. Kemampuan memahami coding dan kecerdasan artifisial (AI) mulai dipandang sebagai bagian dari kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia yang semakin bergantung pada teknologi.

Persoalannya, penerapan teknologi di sekolah bukan sekadar soal menyediakan perangkat. Kesiapan pendidik, kemampuan sekolah memilih teknologi yang sesuai, serta pendekatan pembelajaran menjadi bagian penting agar teknologi benar-benar memberi manfaat bagi siswa.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam Acer Edu Tech 2026 yang digelar Acer Indonesia di Surabaya dengan tema “Coding dan AI Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan”. Forum tersebut mempertemukan kepala sekolah, guru, akademisi, pengelola institusi pendidikan, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Products & Solutions Director Acer Indonesia, Riko Gunawan mengatakan transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi ke ruang kelas. Menurutnya, teknologi harus digunakan untuk membangun cara berpikir, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.

“Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas. Hal yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut dapat digunakan untuk membangun cara berpikir, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah,” kata Riko, pada Kamis (17/9/2026).

Karena itu, keterampilan coding dan AI dinilai perlu ditempatkan bukan hanya sebagai kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga sebagai sarana agar siswa dan pendidik mampu menciptakan solusi. Riko menilai kolaborasi antara industri, akademisi, pemerintah, dan komunitas pendidikan diperlukan untuk membangun ekosistem pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masa depan.

Pembahasan dalam Acer Edu Tech 2026 juga diarahkan pada kesiapan sekolah dan pendidik dalam menerapkan teknologi. Prof. Anita Lie dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Widya Mandala Surabaya serta Prof. Dr. Andi Kristanto dari Program Studi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Surabaya turut memberikan perspektif mengenai transformasi pendidikan, pembelajaran AI, dan coding.

Prof. Anita menekankan bahwa teknologi tidak boleh menggeser tujuan utama pendidikan. “Sekolah masa depan adalah sekolah yang mampu terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan tujuan utama pendidikan. Teknologi, termasuk coding dan AI, perlu digunakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membentuk karakter siswa,” tuturnya.

Melalui forum tersebut, peserta mendapatkan referensi untuk mengidentifikasi kebutuhan sekolah, menentukan penggunaan teknologi yang sesuai, dan merancang pembelajaran berbasis coding serta AI secara lebih terarah.

Acer Indonesia menyatakan dukungan terhadap transformasi pendidikan juga dilakukan melalui penyediaan solusi teknologi, pengembangan kapasitas pendidik, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan komunitas pendidikan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *