JEMBER, Sudutkota.id – Program berobat gratis bagi warga Jember yang digagas Bupati Jember, Muhammad Fawait menjadi harapan hidup bagi Muslihah (46), perempuan kelahiran 7 Juni 1979 yang sedang sakit parah dan tak memiliki biaya berobat.
Demi mendapatkan layanan tersebut, Muslihah rela menempuh perjalanan pulang dari Bandung ke kampung halamannya di Jember untuk mengurus kepindahan KTP.
Muslihah sejatinya adalah warga asli Jember. Ia kemudian menikah dengan warga Bandung dan menetap di Desa Sukamaju, Kecamatan Cibeunying Kidul, Bandung. Setelah bercerai, ia jatuh sakit parah dan hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Mendengar informasi bahwa di Jember ada program berobat gratis di seluruh rumah sakit, baik swasta maupun milik pemerintah, bagi warga ber-KTP Jember, Muslihah pun memutuskan untuk kembali menjadi warga Jember.
Namun proses pindah KTP dari Bandung ke Jember tidak semudah yang dibayangkan. Di tengah kondisi sakit, ia pun meminta bantuan kepada Wakil Ketua DPRD Jember, Fatmawati.
Wakil Ketua Dewan itu pun langsung merespons. Melihat kondisi Muslihah yang memprihatinkan, Fatmawati segera berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember.
Proses tersebut mendapat respons cepat dari Dispendukcapil dan Bupati Fawait, meski diakui ada kendala dalam penarikan data kependudukan dari Bandung.
“Akhirnya saya kontak anggota dewan dari Partai Nasdem yang ada di Bandung untuk membantu mempercepat,” ungkap Fatmawati, politisi Partai NasDem tersebut.
Ia pun menyampaikan apresiasi atas gerak cepat Dispendukcapil Jember.
“Saya terima kasih kepada pihak Dispendukcapil dan Bupati Fawait yang merespons cepat dan membantu proses kepengurusan adminduknya,” ujar Fatmawati.
Usaha tersebut membuahkan hasil. Administrasi kependudukan Muslihah kini telah beres dan ia resmi tercatat sebagai warga Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember.
Dengan status KTP Jember itu, Muslihah kini bisa mengakses program berobat gratis.
“Karena sudah ber-KTP Jember, Muslihah bisa mendapatkan fasilitas berobat gratis. Ini berkat gerak cepat Dispendukcapil membantu proses administrasi kepindahan Muslihah,” tegasnya.





















