JOMBANG, Sudutkota.id – Ketekunan dalam menangkap peluang usaha mengantarkan Mochamad Effendi (55), perangkat Desa Badang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, meraih penghasilan tambahan jutaan rupiah setiap bulan.
Melalui usaha agen BRILink yang dijalankan dari rumah, Effendi mampu meraup pendapatan bersih sekitar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta per bulan.
Menariknya, penghasilan dari usaha tersebut mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Bahkan, Effendi mengaku hampir tidak pernah menggunakan gaji yang diterimanya sebagai perangkat desa karena sudah tercukupi dari usaha agen BRILink.
Effendi menuturkan, sebelum menjadi agen BRILink, dirinya telah terbiasa melayani kebutuhan transaksi masyarakat melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Badang. Saat itu, KUD yang dikelolanya menyediakan layanan pembayaran listrik hingga simpan pinjam bagi warga.
Pengalaman tersebut menjadi modal awal bagi Effendi untuk mengembangkan usaha di bidang layanan keuangan.
“Awalnya saya memang sudah terbiasa melayani masyarakat lewat KUD, jadi ketika ada tawaran untuk jadi agen BRILink, saya tertarik mencobanya,” ujar Effendi, Minggu (18/10/2026).
Peluang itu datang pada 2016, ketika seorang mantri Bank BRI menawarkan kemitraan sebagai agen BRILink. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Effendi langsung membuka layanan transaksi perbankan tersebut di kediamannya.
Seiring berjalannya waktu, usaha agen BRILink miliknya semakin berkembang. Effendi menyediakan beragam layanan, mulai dari pembayaran listrik, tarik tunai, transfer antarbank, hingga pembayaran angsuran pinjaman Bank BRI.
“Awalnya saya hanya coba-coba, tapi setelah dijalani, respons masyarakat ternyata sangat bagus. Saya juga aktif menawarkan ke teman, tetangga, dan saudara,” katanya.
Upaya promosi dari mulut ke mulut yang dibarengi pelayanan kepada pelanggan turut mendongkrak jumlah transaksi. Dalam sebulan, Effendi rata-rata melayani sekitar 600 hingga 1.000 transaksi.
Dari setiap transaksi, ia memperoleh komisi atau fee dengan nominal berbeda, bergantung pada jenis layanan yang diberikan. Untuk pembayaran listrik, misalnya, Effendi mendapatkan fee sekitar Rp 1.150 per transaksi.
Sementara transfer sesama rekening BRI menghasilkan fee Rp 2.500, sedangkan transfer ke bank lain sebesar Rp 4.500.
“Kalau dihitung-hitung, penghasilan bersih saya dari BRILink bisa sekitar Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per bulan,” ungkapnya.
Usaha tersebut dijalankan secara sederhana dari rumah tanpa harus membuka tempat usaha terpisah. Dalam kegiatan operasional sehari-hari, Effendi juga dibantu istri dan anaknya secara bergantian.
Pendapatan dari agen BRILink itu dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Dengan penghasilan tambahan tersebut, ia mengaku dapat menyisihkan gaji sebagai perangkat desa untuk ditabung.
“Alhamdulillah, dari BRILink ini sudah cukup untuk kebutuhan harian. Jadi gaji dari perangkat desa bisa ditabung,” ujarnya.
Kisah Effendi menunjukkan bahwa peluang usaha dapat dikembangkan dari lingkungan sekitar dengan memanfaatkan kebutuhan masyarakat.
Berbekal pengalaman melayani warga, promosi, dan pelayanan yang baik, usaha agen BRILink yang dimulai pada 2016 itu kini menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarganya.





















