Daerah

Wali Kota Malang Cek RT Berkelas di Puri Cempaka Putih, 4 RT Gabungkan Anggaran untuk Jalankan Program

16
×

Wali Kota Malang Cek RT Berkelas di Puri Cempaka Putih, 4 RT Gabungkan Anggaran untuk Jalankan Program

Share this article
Wali Kota Malang Cek RT Berkelas di Puri Cempaka Putih, 4 RT Gabungkan Anggaran untuk Jalankan Program
Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat didampingi jajaran OPD saat memberikan pakan budidaya ikan dalam pengecekan program RT Berkelas di Perumahan Puri Cempaka Putih, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang.(Sudutkota.id/Agus Demit)

KOTA MALANG, Sudutkota.id – Program RT Berkelas di Kota Malang mulai menunjukkan hasil nyata di tingkat masyarakat. Di Perumahan Puri Cempaka Putih, RW 06, Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, empat RT memilih menggabungkan kekuatan dan anggaran untuk menjalankan program yang dinilai paling dibutuhkan warga.

Wali Kota Malang, Dr. Wahyu Hidayat mengatakan, pengecekan langsung dilakukan untuk melihat perkembangan program RT Berkelas, khususnya di kawasan perumahan. Sebelumnya, Pemkot Malang juga melakukan pengecekan terhadap pelaksanaan program serupa di kawasan perkampungan.

Menurut Wahyu, kondisi fasilitas umum dan fasilitas sosial (PSU) di kawasan perumahan yang belum sepenuhnya diserahkan membuat warga mengarahkan program RT Berkelas pada kegiatan nonfisik yang manfaatnya bisa langsung dirasakan.

“Karena fasilitas umum dan fasilitas sosial di perumahan ini belum diserahkan dan masih dalam proses, warga akhirnya memanfaatkan program RT Berkelas ini untuk kegiatan-kegiatan nonfisik,” ujar Wahyu, Kamis (8/10/2026).

Salah satu fokusnya adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang diarahkan untuk mendorong kesejahteraan dan perekonomian warga.

Di Puri Cempaka Putih, empat RT sepakat menggabungkan program di bawah koordinasi Ketua RW. Langkah tersebut membuat kebutuhan yang sebelumnya berpotensi menunggu hingga beberapa tahun dapat dipercepat melalui kolaborasi.

“Pak RW memiliki peran penting untuk mengoordinasikan program RT Berkelas ini agar disepakati oleh RT-RT yang lain, sehingga anggarannya bisa dijadikan satu untuk mewujudkan prioritas warga,” jelasnya.

Hasilnya mulai terlihat. Kelompok masyarakat telah menjalankan produksi UMKM setelah memperoleh pembinaan dan bantuan peralatan. Produk tersebut bahkan mulai dipasarkan ke lingkungan sekolah.

Tak berhenti pada UMKM, warga juga mengembangkan hidroponik. Pakcoy dan selada keriting dapat dipanen sekitar 28 hari dan hasilnya mulai menerima pesanan.

Sektor perikanan juga menjadi bagian dari program tersebut. Warga membuat kolam terpal untuk budidaya ikan lele dan nila dengan memanfaatkan aliran air irigasi.

Wahyu menilai pola kolaborasi empat RT tersebut dapat menjadi solusi ketika kebutuhan warga membutuhkan waktu panjang jika hanya mengandalkan mekanisme pengusulan melalui Musrenbang maupun Pokir.

“Program RT Berkelas ini terbukti mampu mewujudkan keinginan dan kebutuhan prioritas warga di tingkat RT yang selama ini sering terhambat oleh keterbatasan anggaran,” katanya.

Ia mengakui pelaksanaan program RT Berkelas masih berada pada tahun pertama sehingga terdapat sejumlah hal yang harus disesuaikan, termasuk pemahaman warga dan regulasi pelaksanaannya.

Untuk progresnya, Wahyu menyebut pelaksanaan program telah mencapai sekitar 70 persen dan masih akan dikebut hingga Desember 2026.

“Ini masih tahun pertama. Adakalanya warga belum juga memahami, regulasinya pun dalam pelaksanaannya ada beberapa hal yang akan kita sesuaikan. Ada juga yang masuk ke APB Perubahan,” ungkapnya.

Wahyu berharap berbagai penyesuaian tersebut dapat membuat pelaksanaan program semakin tertata pada tahun berikutnya.

“Insyaallah pada tahun 2027 bisa berjalan dengan wajar,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RW 06 Perumahan Puri Cempaka Putih, Agung, mengatakan salah satu program yang dipilih warga adalah budidaya ikan. Program tersebut menjadi jawaban atas keinginan warga yang sebelumnya hanya sebatas angan-angan.

“Program RT Berkelas berhasil mewujudkan cita-cita warga yang sebelumnya hanya menjadi angan-angan untuk memiliki budidaya ikan,” kata Agung.

Menurutnya, pengembangan budidaya ikan dipilih bukan sekadar untuk menghasilkan ikan, tetapi juga meningkatkan SDM dan membuka peluang ekonomi bagi warga.

“Terutama untuk pengembangan SDM warga setempat. Kedua, untuk peningkatan ekonomi agar warga bisa mandiri,” ujarnya.

Melalui program tersebut, kelompok tani yang merupakan gabungan empat RT kini memiliki tiga kolam beserta bibit ikan. Warga juga mendapatkan pelatihan budidaya ikan sekaligus bantuan 1.000 bibit lele.

Hasilnya, panen perdana menghasilkan sekitar 50 kilogram ikan lele. Ikan hasil panen kemudian dijual kepada warga sekitar. Jika terdapat kelebihan produksi, barulah ikan dipasarkan ke luar lingkungan, termasuk kepada pedagang sayur keliling atau mlijo.

“Rata-rata hasil panen selalu habis dibeli oleh warga setempat,” terang Agung.

Ikan lele tersebut dijual dengan harga sekitar Rp26 ribu per kilogram. Hasil penjualan tidak langsung dibagi, melainkan diputar kembali sebagai modal kelompok.

“Keuntungan digunakan kembali sebagai modal untuk membeli bibit ikan. Sisa penghasilan dimasukkan untuk pemanfaatan kas kelompok tani,” jelasnya.

Menurut Agung, penggunaan air irigasi juga menjadi salah satu pertimbangan utama karena dinilai lebih ringan dibandingkan menggunakan air PDAM.

“Warga memanfaatkan aliran air irigasi yang lancar. Menggunakan air irigasi jauh lebih ringan dan bermanfaat dibandingkan menggunakan air PDAM yang biayanya akan sangat besar,” katanya.

Setelah berhasil memanen lele, warga kini mulai menyiapkan budidaya ikan nila. Program tersebut diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dengan pola penggabungan program empat RT, RT Berkelas di Puri Cempaka Putih tidak hanya menjadi skema penggunaan anggaran, tetapi mulai diarahkan menjadi instrumen untuk mempercepat kebutuhan warga sekaligus membangun kegiatan ekonomi produktif dari lingkungan paling bawah.

“Program ini untuk pengembangan SDM dan peningkatan ekonomi agar warga bisa mandiri,” pungkas Agung.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *