Daerah

Bau Busuk dan Bising Dikeluhkan, Warga Jombang Geruduk Pabrik PT JPN

27
×

Bau Busuk dan Bising Dikeluhkan, Warga Jombang Geruduk Pabrik PT JPN

Share this article
Bau Busuk dan Bising Dikeluhkan, Warga Jombang Geruduk Pabrik PT JPN
Aksi unjuk rasa di pabrik pengolahan ayam PT JPN di Banjardowo.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Puluhan warga Jombang bersama aktivis LSM Pengawasan Aspirasi Gabungan Masyarakat (PAGAR) Jombang menggelar aksi unjuk rasa di depan pabrik pengolahan ayam PT Jombang Pangan Nusantara (JPN) di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang, Kamis (8/10/2026).

Aksi tersebut digelar menyusul keluhan warga dan pihak SMPN 4 Jombang terkait dugaan gangguan lingkungan berupa bau tidak sedap dan kebisingan yang diduga berasal dari aktivitas pabrik. Lokasi SMPN 4 Jombang berada di belakang pabrik pengolahan ayam tersebut.

Menurut massa aksi, kondisi itu turut mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bahkan, pembelajaran bagi sebagian siswa disebut sempat dialihkan ke sistem daring.

Karena itu, massa aksi mendesak Pemerintah Kabupaten Jombang mengambil tindakan tegas terhadap operasional PT JPN, termasuk menutup tempat usaha tersebut apabila terbukti melanggar ketentuan.

Salah seorang wali murid SMPN 4 Jombang, M. Gading Setiawan, mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami siswa dan guru.

“Sebagai wali murid siswa SMPN 4 Jombang, saya merasa sangat prihatin dan terganggu dengan kondisi yang harus dialami anak-anak dan para guru di sekolah,” kata Gading, Kamis (8/10/2026).

Ia mengatakan, informasi mengenai siswa kelas 9 yang dipulangkan dan mengikuti pembelajaran secara daring akibat bau dan kebisingan dari PT JPN telah dikonfirmasinya langsung kepada pihak sekolah.

“Pengumuman di grup WhatsApp yang menyatakan bahwa siswa kelas 9 harus dipulangkan dan beralih ke pembelajaran daring akibat bau busuk serta kebisingan dari PT Jombang Pangan Nusantara telah saya konfirmasi langsung ke pihak sekolah, dan hal tersebut memang benar adanya,” ujarnya.

Gading kemudian datang langsung ke SMPN 4 Jombang untuk memastikan kondisi tersebut. Ia mengaku merasakan sendiri bau yang disebutnya berasal dari limbah serta suara bising di sekitar lokasi sekolah.

“Untuk memastikan situasi tersebut, saya berinisiatif datang langsung ke lokasi SMPN 4 Jombang. Di sana, saya menyaksikan dan merasakan sendiri betapa menyengatnya bau limbah serta bisingnya suara yang dihasilkan pabrik tersebut,” paparnya.

Menurut dia, kondisi tersebut mengganggu kenyamanan lingkungan sekolah dan proses belajar mengajar.

“Kondisi lingkungan seperti ini jelas tidak layak dan sangat mengganggu proses belajar mengajar serta kesehatan anak-anak kami,” tegasnya.

Ia berharap sekolah, pemerintah daerah, dinas terkait, serta pihak perusahaan segera mencari solusi permanen.

“Kami berharap pihak sekolah, dinas terkait, serta manajemen perusahaan dapat segera mengambil tindakan tegas dan menemukan solusi permanen agar lingkungan sekolah kembali aman, nyaman, dan anak-anak bisa belajar tatap muka tanpa terganggu limbah maupun kebisingan,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan warga yang tinggal di sekitar pabrik. Diki (22), warga perumahan di samping pabrik pengolahan ayam PT JPN, mengaku masih mencium bau tidak sedap di sekitar bagian belakang pabrik.

“Baunya masih gak enak seperti bau busuk di area belakang pabrik, beberapa hari yang lalu,” kata Diki.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Jombang segera mengambil tindakan atas keluhan warga terkait dugaan gangguan lingkungan tersebut.

“Harusnya ditutup pabrik ini, karena baunya sangat mengganggu. Ya harapannya pemerintah tegas bersikap menutup tempat usaha yang mengganggu ini,” tegasnya.

Sementara itu, Agus selaku koordinator aksi mengatakan, perwakilan massa sempat diperbolehkan masuk untuk melihat kondisi bagian dalam pabrik.

“Dari hasil peninjauan ke dalam pabrik, ini tadi sudah tidak ada kegiatan usaha dan alat produksi sudah tidak ada,” kata Agus.

Setelah peninjauan tersebut, massa aksi bersama petugas Satpol PP kemudian melakukan penyegelan pada pintu masuk lokasi pabrik di Banjardowo.

“Dengan ini kita tutup pabrik, kita segel pintu pabrik bersama masyarakat dan disaksikan Satpol PP, agar ada kepastian bahwa pabrik ini benar-benar tak beroperasi sehingga tidak merugikan masyarakat, khususnya pelajar SMPN 4 Jombang,” pungkasnya.

Usai melakukan aksi unjuk rasa dan penyegelan tempat usaha, masa aksi bergeser ke kantor Pemkab Jombang untuk melanjutkan aksi unjuk rasa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *