JEMBER, Sudutkota.id – Keseriusan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, SE., M.Sc untuk memastikan program Home Care menyentuh warga hingga pelosok tak perlu diragukan lagi.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu bahkan rela blusukan naik sepeda motor, karena lokasi warga yang dituju tak bisa dijangkau roda empat.
Momen itu terjadi saat Gus Fawait bersama tim tenaga kesehatan Puskesmas Jelbuk melakukan kunjungan Home Care di Desa Sucopangepok, Kecamatan Jelbuk.
Tinggal di pelosok desa, berdiri rumah bilik sederhana dari bambu. Di sanalah tinggal Misti dan Buya, dua nenek yang merajut asa di tengah keterbatasan.

Nenek Misti adalah penyandang tunanetra, sementara Nenek Buya adalah penyandang tunarungu. Namun keterbatasan itu justru membuat keduanya saling menyempurnakan. Buya menjadi mata bagi Misti, dan Misti menjadi telinga bagi Buya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Melihat kondisi rumah dengan tiang bambu dan dinding anyaman yang sudah rapuh, Gus Fawait berniat merehab hunian tersebut melalui program RTLH Pemkab Jember.
Namun dengan halus, tawaran itu ditolak Nenek Misti. Ia lebih memilih bertahan di rumah biliknya yang ia anggap lebih nyaman, tempat berkas cahaya matahari masih bisa masuk melalui celah anyaman untuk menerangi kesehariannya.
Mendengar alasan itu, Gus Fawait menghormati keputusan tersebut dan mengalihkan bantuan.
“Kalau begitu saya berencana membenahi lantai nenek supaya tidak lagi dingin tapak kaki Nenek Misti dan Nenek Buya saat beraktivitas sehari-hari,” ujar Gus Fawait, Senin (5/10/2026).
Perjalanan Home Care berlanjut ke rumah Nenek Bebun, lansia 86 tahun yang hidup sebatang kara di rumah bilik tak jauh dari lokasi pertama. Di usianya yang senja, Nenek Bebun masih tegar berjalan dengan bantuan tongkat kayu, bahkan masih menyusuri jalan untuk mencari kayu bakar.
Gus Fawait menegaskan, Home Care adalah bentuk pelayanan kesehatan jemput bola bagi lansia dan warga sakit yang memiliki keterbatasan fisik maupun akses untuk berobat ke Puskesmas.
“Sebagai bentuk kepedulian, pemerintah juga merencanakan perbaikan rumah tidak layak huni milik lansia yang kita kunjungi hari ini. Renovasi akan difokuskan pada perbaikan lantai serta fasilitas rumah agar kehidupan lansia tersebut menjadi lebih layak dan nyaman,” tutur Gus Fawait. (*)




















