KOTA MALANG, Sudutkota.id – Warga Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, digegerkan dengan penemuan seorang perempuan dalam kondisi meninggal dunia di kamar rumah kontrakannya, Rabu (30/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.
Perempuan tersebut diketahui bernama Ngatmini, 56 tahun, warga Kelurahan Tunjungsekar. Korban diketahui sehari-hari tinggal seorang diri di rumah kontrakan di kawasan Jalan Ikan Piranha Atas XIX, Kelurahan Tunjungsekar.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026), membenarkan adanya kejadian tersebut.
Menurut Anang, penemuan bermula ketika anak kandung korban, Kusmanto, berusaha menghubungi ibunya melalui telepon seluler beberapa kali. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat respons.
Kekhawatiran saksi semakin besar karena sebelumnya mengetahui kondisi ibunya sedang tidak enak badan atau sakit.
“Korban diketahui tinggal sendirian di rumah kontrakan. Anak korban yang merasa khawatir kemudian mendatangi rumah tersebut setelah beberapa kali menghubungi korban namun tidak mendapatkan respons,” ujar Anang.
Setibanya di lokasi, saksi meminta bantuan pemilik kontrakan untuk membuka pintu lorong yang saat itu dalam kondisi terkunci dari dalam.
Setelah berhasil masuk ke area kontrakan, saksi kemudian mendatangi rumah nomor 25-B yang dihuni ibunya. Pintu rumah diketuk, tetapi tidak ada jawaban dari dalam.
Saksi kemudian masuk ke dalam rumah dan mengecek kondisi ibunya. Saat menuju kamar tidur, saksi mendapati korban sudah dalam posisi terlentang di atas tempat tidur.
Mengetahui kondisi tersebut, saksi langsung berteriak histeris hingga mengundang perhatian warga sekitar.
Pemilik kontrakan dan sejumlah warga kemudian datang untuk mengecek kondisi korban. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban diketahui sudah meninggal dunia.
“Perangkat lingkungan dan pemilik kontrakan kemudian datang mengecek kondisi korban dan diketahui sudah meninggal dunia,” terang Anang.
Dari keterangan sejumlah warga, korban terakhir kali terlihat, pada Selasa (29/9/2026), menjelang malam. Pada pagi harinya, korban yang biasanya terlihat berjalan santai di sekitar kampung sudah tidak terlihat.
Namun, warga saat itu tidak menaruh kecurigaan karena tidak mengetahui kondisi korban di dalam rumah.
Sementara itu, saksi mengaku hampir setiap hari berkomunikasi dengan ibunya. Namun, sejak Selasa malam korban mulai tidak dapat dihubungi.
Keesokan harinya, setelah selesai bekerja, saksi kembali mencoba menghubungi korban. Karena tetap tidak mendapatkan respons, saksi akhirnya mendatangi rumah kontrakan tersebut hingga menemukan ibunya sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Lowokwaru langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga meminta keterangan dari anak korban, tetangga, pemilik kontrakan serta sejumlah saksi lainnya. Pemeriksaan di sekitar TKP dilakukan untuk mencari barang bukti maupun petunjuk terkait kematian korban.
“Dari hasil pemeriksaan awal di TKP, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan terhadap korban. Dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit,” jelas Anang.
Meski demikian, dugaan tersebut merupakan hasil pemeriksaan awal petugas di lokasi. Polisi tetap melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta membuat laporan kejadian untuk dilaporkan kepada pimpinan.
Petugas yang mendatangi TKP di antaranya Pawas Polsek Lowokwaru Iptu Dedy Catur, Bhabinkamtibmas Kelurahan Tunjungsekar Bripka Khalim Fatoni, piket Reskrim dan piket patroli Sabhara.
Anang menegaskan, petugas telah menerima laporan, mendatangi TKP, melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi serta melakukan pencarian terhadap bukti maupun petunjuk di sekitar lokasi.
“Untuk sementara tidak ditemukan indikasi kekerasan terhadap korban,” pungkasnya.




















