Daerah

Jombang Zero Kasus PMK Sejak April, 14.675 Dosis Vaksin Disebar ke Peternak

8
×

Jombang Zero Kasus PMK Sejak April, 14.675 Dosis Vaksin Disebar ke Peternak

Share this article
Jombang Zero Kasus PMK Sejak April, 14.675 Dosis Vaksin Disebar ke Peternak
Petugas dari Dinas Peternakan Jombang saat melakukan vaksinasi.(Sudutkota.id/Elok Apriyanto)

JOMBANG, Sudutkota.id – Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Jawa Timur mempercepat vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi untuk mempertahankan status zero kasus PMK yang telah dicapai sejak April 2026.

Percepatan vaksinasi PMK Jombang dilakukan menjelang musim hujan. Kondisi tersebut dinilai perlu diantisipasi untuk menjaga kesehatan ternak dan mencegah kembali munculnya kasus PMK.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Drs. Mochamad Saleh, M.Si., mengatakan sebanyak 14.675 dosis vaksin PMK telah didistribusikan kepada 12 tim vaksinator sejak 1 September 2026.

Vaksin tersebut ditargetkan selesai diberikan kepada ternak sasaran hingga 25 September 2026. Penyuntikan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Jombang, termasuk kandang sapi milik peternak rakyat maupun kelompok ternak.

“Pada September ini kami menargetkan 14.675 dosis vaksin dapat terserap sampai akhir bulan untuk ternak sasaran di Jombang,” ujar Saleh, Sabtu (26/9/2026).

Jumlah tersebut merupakan bagian dari 28 ribu dosis vaksin PMK yang diterima Dinas Peternakan Kabupaten Jombang untuk pelaksanaan vaksinasi PMK semester kedua 2026.

Vaksinasi dilakukan untuk membentuk kekebalan kelompok pada ternak sapi. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya pencegahan agar kasus PMK tidak kembali muncul di Kabupaten Jombang.

Saleh menegaskan, kondisi PMK di Jombang hingga kini masih terkendali. Sejak April 2026, tidak ditemukan kasus aktif penyakit tersebut.

“Sejak April sampai sekarang Jombang masih berada dalam kondisi zero kasus. Alhamdulillah, tidak ada kasus aktif PMK yang ditemukan,” jelasnya.

Meski tidak ditemukan kasus aktif, Dinas Peternakan Jombang tetap memperkuat pengawasan dan pencegahan. Terlebih, perubahan musim menuju periode penghujan menjadi salah satu kondisi yang perlu diantisipasi dalam menjaga kesehatan ternak.

Selain vaksinasi, pengawasan kesehatan hewan dan edukasi kepada peternak juga terus dilakukan. Peternak diminta menjaga kebersihan kandang serta memastikan pakan dan air minum yang diberikan kepada ternak tetap berkualitas.

Peternak juga diminta segera melapor kepada Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) atau petugas apabila menemukan gejala yang mengarah pada PMK.

“Kalau muncul gejala seperti demam, lepuh di bagian mulut atau kuku, maupun air liur yang keluar berlebihan, peternak harus segera melaporkannya kepada Puskeswan atau petugas,” pungkas Saleh.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *