Peristiwa

Dua Kebakaran Dalam Sehari, Petani 70 Tahun Tewas, Home Industry Rugi Rp400 Juta

27
×

Dua Kebakaran Dalam Sehari, Petani 70 Tahun Tewas, Home Industry Rugi Rp400 Juta

Share this article
Dua Kebakaran Dalam Sehari, Petani 70 Tahun Tewas, Home Industry Rugi Rp400 Juta
Petugas Damkar Kabupaten Malang berjibaku memadamkan kebakaran lahan tebu di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, yang menewaskan seorang warga.(Sudutkota.id/Istimewa)

KABUPATEN MALANG, Sudutkota.id – Dua kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Malang dalam sehari, Kamis (10/9/2026). Rentetan kejadian tersebut berujung tragis di Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, setelah H. Kusnin (70), warga Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, ditemukan meninggal dunia di tengah kebakaran lahan tebu.

Korban diduga tewas saat berupaya membuat sekat bakar untuk menahan laju kobaran api yang melahap sekitar lima hektare lahan tebu. Pada malam harinya, kebakaran kembali terjadi di Dusun Madyorenggo, Desa Talok, Kecamatan Turen. Kali ini, api menghanguskan home industry tusuk sate dengan kerugian ditaksir mencapai Rp400 juta.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran (PPK) Kabupaten Malang, Win Haliem, S.T., M.T., membenarkan dua kejadian tersebut saat dikonfirmasi Sudutkota.id, Jumat (11/9/2026).

Win menjelaskan, kebakaran lahan tebu di Karangduren pertama kali diketahui sekitar pukul 10.00 WIB. Laporan baru diterima Mako Damkar Kabupaten Malang sekitar pukul 11.00 WIB.

Petugas Regu 2 kemudian diberangkatkan pukul 11.08 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 11.28 WIB. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman karena kobaran api telah membakar area lahan cukup luas.

“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 11.28 WIB. Kami langsung melakukan penanganan karena api sudah membakar lahan tebu dengan luasan cukup besar,” ujar Win.

Namun, di tengah upaya pemadaman tersebut, petugas menemukan seorang warga telah meninggal dunia. Korban diduga berada di sekitar lokasi saat berusaha membuat sekat bakar untuk menghambat pergerakan api.

“Ada korban meninggal dunia. Diduga korban meninggal dunia saat berusaha membuat sekat bakar. Untuk kondisi dan penyebab pastinya masih dalam penanganan pihak terkait,” jelasnya.

Sebanyak empat unit kendaraan Damkar dengan 12 personel Regu 2 dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Pemadaman juga dibantu Pemdes Karangduren, Babinsa, Polsek Pakisaji, Kasi Trantib, PMI, Redkar, BPBD Kabupaten Malang serta masyarakat.

Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.30 WIB. Luas lahan tebu yang terbakar diperkirakan mencapai lima hektare dengan kerugian material sementara sekitar Rp200 juta.

Jenazah H. Kusnin selanjutnya dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk menjalani visum. Pihak Damkar masih menunggu hasil pemeriksaan guna memastikan kronologi dan penyebab pasti korban meninggal dunia.

“Untuk penyebab kebakarannya sendiri masih dalam penyelidikan. Begitu juga dengan kronologi meninggalnya korban, kami serahkan kepada pihak yang berwenang,” kata Win.

Belum tuntas rangkaian penanganan kebakaran di Pakisaji, petugas Damkar kembali menerima laporan kebakaran pada Kamis malam. Kali ini, api mengamuk di home industry tusuk sate di Dusun Madyorenggo, Desa Talok, Kecamatan Turen.

Laporan diterima sekitar pukul 19.58 WIB dari Dwi, perangkat Desa Talok. Petugas berangkat pukul 20.08 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 21.10 WIB.

Dari laporan awal, api diduga berasal dari oven pengering tusuk sate. Pekerja bernama Johan disebut mengetahui adanya korsleting listrik pada peralatan tersebut.

“Dari laporan awal, kebakaran diketahui berasal dari bagian oven yang digunakan untuk mengeringkan tusuk sate. Pekerja bernama Johan mengetahui adanya korsleting listrik pada oven tersebut,” terang Win.

Korsleting diduga memicu percikan api yang kemudian menyambar bahan baku tusuk sate. Material yang mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar dan merambat ke bagian lain bangunan.

Sebanyak empat unit kendaraan Damkar, yakni U07, U10, U4 dan U8, diterjunkan dengan kekuatan 11 personel Regu 2.

“Penanganannya cukup membutuhkan waktu karena material di lokasi mudah terbakar. Kami melakukan pemadaman sampai api benar-benar dinyatakan padam sekitar pukul 00.30 WIB,” ungkapnya.

Pemadaman turut dibantu Pemdes Talok, Babinsa Talok, Polsek Talok, Kasi Trantib, PMI, Redkar, satu unit Damkar Pindad serta warga sekitar.

Pemilik home industry diketahui bernama Sentot (66), warga Desa Talok, Kecamatan Turen. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, bangunan usaha seluas sekitar 420 meter persegi terbakar dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp400 juta.

Setelah api dinyatakan padam, petugas melakukan pengecekan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada titik api maupun bara yang berpotensi kembali menyala. Tim kemudian kembali dan tiba di mako/pos sekitar pukul 02.00 WIB.

Win menegaskan, dua kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat berkembang cepat, terlebih ketika api berhadapan dengan lahan kering maupun material yang mudah terbakar.

“Yang paling penting dalam setiap kejadian kebakaran adalah keselamatan jiwa. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama terhadap instalasi listrik dan peralatan yang menghasilkan panas. Jika terjadi tanda-tanda kebakaran, segera lakukan pelaporan agar petugas bisa melakukan penanganan secepat mungkin,” tegas Win.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *