Peristiwa

Bahan Baku MBG Disorot, Tempe Disebut Berada Dekat Kamar Mandi SPPG Sukorejo 2

7
×

Bahan Baku MBG Disorot, Tempe Disebut Berada Dekat Kamar Mandi SPPG Sukorejo 2

Share this article
Bahan Baku MBG Disorot, Tempe Disebut Berada Dekat Kamar Mandi SPPG Sukorejo 2
Tempe dan bahan baku makanan lainya berada didekat kamar mandi.(Foto:sudutkota.id/Farros)

BLORA, Sudutkota.id – Pengelolaan bahan baku dan kesiapan fasilitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 Tunjungan menjadi sorotan setelah 141 orang dilaporkan terdampak kejadian yang diduga berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sorotan muncul setelah adanya temuan bahan makanan berupa tempe yang disebut berada di sekitar area kamar mandi SPPG.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana standar penyimpanan dan penempatan bahan baku makanan yang akan dikonsumsi para penerima manfaat.

Namun, ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan tempe tersebut, Kepala SPPG Sukorejo 2 Tunjungan, Muhammad Afif mengaku tidak mengetahui secara pasti. Ia menyebut persoalan bahan baku kemungkinan berkaitan dengan pihak mitra.

“Saya tidak tahu untuk urusan bahan baku, mungkin tadi dari mitranya sendiri,” ujarnya.

Tak hanya soal bahan baku, fasilitas pendinginan makanan di SPPG juga disorot.

Muhammad Afif mengatakan fasilitas pendinginan menjadi salah satu hal yang diperlukan dalam pengelolaan makanan.

“Mungkin dari Dinas Kesehatan sendiri untuk fasilitas itu harus ada tempat pendinginan makanan,” katanya.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian mengingat pengelolaan makanan dalam jumlah besar membutuhkan proses penyimpanan yang memenuhi standar keamanan pangan, terlebih makanan tersebut diperuntukkan bagi siswa.

Muhammad Afif juga menjelaskan bahwa setelah munculnya kejadian yang dialami para penerima MBG, operasional SPPG untuk sementara dihentikan. Distribusi bahan baku ke lokasi pun disebut tidak dilakukan selama SPPG tidak beroperasi.

“Karena ada kejadian keracunan tadi, jadi tidak boleh besok tidak operasional. Bahan baku tidak di-drop di sini, bahan baku mungkin ditaruh di ruang belakang,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak 141 orang dilaporkan terdampak. Rinciannya, 136 siswa SMAN 1 Tunjungan, tiga siswa SMP Al Banjari, satu guru SMAN 1 Tunjungan, dan satu siswa SD IT yang merupakan anak dari guru SMAN 1 Tunjungan.

Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan sebagai keracunan akibat MBG.

Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora masih melakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut, termasuk terhadap makanan serta kondisi SPPG Sukorejo 2 Tunjungan.

Kejadian ini sekaligus membuka pertanyaan mengenai sejauh mana standar keamanan pangan, penyimpanan bahan baku, dan kelengkapan fasilitas SPPG telah diterapkan sebelum makanan MBG didistribusikan kepada para siswa.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *